Prahara rumah tangga Clara Shinta dan Muhammad Alexander menyisakan luka jiwa nan sangat mendalam. Clara mengakui bahwa dirinya mengalami trauma berat setelah mendapati sang suami diduga melakukan video call sex (VCS) dengan wanita lain.
Clara Shinta mengaku setiap aktivitas nan dilakukan suaminya sekarang selalu memicu rasa cemas.
"Kalau trauma pastilah, hilangnya percaya terhadap suami itu juga menjadi salah satu argumen saya untuk berpisah gitu. Karena dilanjutkan lagi juga saya sudah enggak percaya," kata Clara di Komnas Perlindungan Anak, Kamis (16/4).
Clara menyebut, trauma itu memengaruhi fisiknya. Ia sering merasa berdebar lantaran perihal mini nan mengingatkannya pada pengkhianatan sang suami.
"Setiap kali dia mau pergi ke mana saya deg-degan, setiap kali masuk ya deg-degan aja, jadi trauma pasti. Bukan hanya trauma dengan hari ini, ke depannya juga jadi trauma juga gitu loh," tutur Clara.
Kondisi psikologisnya semakin tidak stabil saat memasuki waktu malam. Clara mengaku sering merasa terpukul kembali oleh ingatan pahit nan muncul.
"Saya itu bisa berupaya menenangkan diri saya sejauh ini. Tapi kayaknya kadang kadang jika udah malam gitu mulai trigger gitu, kayak ingat lagi. Itu saya nyaris mau ke sana (psikolog) ini kayaknya gitu," ucap Clara.
Meski mempunyai latar belakang di bagian psikologi, Clara merasa kekuatannya terbatas untuk menyembuhkan lukanya sendiri.
"Tapi belum sih, so far masih bisa menenangkan diri sendiri tapi mental tuh guncang banget pastinya. Menyayangkan aja sih bisa apa ya, jadi kayak retak hanya lantaran adanya wanita lain gitu," kata Clara.
Clara mengusulkan gugatan pisah terhadap suaminya di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Namun, dia belum menjelaskan secara perincian mengenai perihal itu.
“Saya juga sudah melayangkan gugatan pisah untuk suami saya di Pengadilan Agama,” kata Clara.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·