Satgas PRR Sebut UMKM Terdampak Bencana Sumatera Kian Pulih

Sedang Trending 6 jam yang lalu

Jakarta -

Aktivitas upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) wilayah terdampak musibah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunjukkan tren pemulihan. Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) mencatat sebagian besar sektor upaya seperti warung, toko, restoran, dan kafe telah kembali beraksi dan menjadi penopang utama kebangkitan ekonomi penyintas.

Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian menjabarkan, tingkat pemulihan aktivitas UMKM di Provinsi Sumatera Barat telah mencapai 100 persen, sementara di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara masing-masing telah mencapai 94,44 persen, dengan 17 kabupaten/kota nan aktivitas ekonominya sudah kembali melangkah normal.

"Meski demikian, tetap terdapat dua wilayah nan memerlukan perhatian khusus, ialah Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Di Kabupaten Aceh Tengah, sedikitnya 13 unit upaya seperti restoran, warung, kafe, dan warung tetap terdampak akibat kerusakan berat nan tersebar di beberapa desa, termasuk di Kecamatan Linge dan Kebayakan. Selain itu, lima unit hotel dan penginapan juga mengalami kerusakan, sehingga aktivitas ekonomi di sejumlah titik belum sepenuhnya pulih," kata Tito dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu di Kabupaten Tapanuli Tengah, akibat musibah lebih luas dengan sekitar 2.059 unit upaya terdampak nan tersebar di 14 kecamatan. Kerusakan akibat banjir dan longsor tidak hanya berakibat pada gedung usaha, tetapi juga menghalang pengedaran peralatan dan aktivitas perdagangan masyarakat.

Tito Karnavian menegaskan pemulihan UMKM merupakan salah satu parameter utama bangkitnya ekonomi wilayah terdampak.

"Warung/toko UMKM ini krusial juga lantaran parameter ekonomi, ekonomi kudu jalan, lantaran pertumbuhan ekonomi di wilayah terdampak ini menurun semua. Kemudian inflasi kemarin relatif meningkat, tapi sekarang sudah membaik. Aceh itu ada 94 persen UMKM-nya, ini nan dikerjakan Menteri UMKM, berbareng Mendag, dan Menparekraf," ujarnya.

Untuk mempercepat pemulihan tersebut, pemerintah tidak hanya mendorong pembukaan kembali aktivitas usaha, tetapi juga memberikan support nyata dalam corak penyediaan sarana produksi bagi pelaku UMKM terdampak.

Dukungan ini diwujudkan melalui pengedaran beragam kebutuhan upaya nan berkarakter langsung dan aplikatif, antara lain perangkat produksi sektor makanan dan minuman seperti peralatan memasak dan pengolahan makanan, support bahan baku usaha, serta paket minyak goreng untuk menunjang operasional harian pelaku usaha.

"Selain itu, diberikan pula support busana baru bagi pelaku upaya terdampak sebagai bagian dari pemulihan sektor perdagangan kecil, serta benang songket untuk mendukung keberlangsungan upaya kerajinan lokal," jelasnya.

Dalam mendukung operasional di wilayah terdampak, pemerintah juga menyiapkan akomodasi penunjang seperti tenda upaya sementara bagi pelaku UMKM nan tempat usahanya rusak. Serta sumur bor untuk memastikan kesiapan air bersih nan menjadi kebutuhan dasar bagi aktivitas produksi dan jasa usaha.

Langkah-langkah ini dirancang agar pelaku UMKM tidak hanya kembali membuka usaha, tetapi juga bisa menjalankan aktivitas produksi dan pelayanan secara optimal di tengah proses pemulihan.

Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat support pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) nan merujuk pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR Pascabencana di Wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah memberikan relaksasi berupa penundaan pembayaran, restrukturisasi kredit, serta penambahan plafon pembiayaan. Selain itu, akses terhadap KUR baru juga dipermudah untuk mendorong pelaku UMKM kembali bangkit dan berkembang.

"Hingga 18 April 2026, tercatat sebanyak 193.703 debitur KUR terdampak di tiga provinsi dengan total outstanding mencapai Rp11,22 triliun. Program ini menjadi salah satu instrumen krusial dalam menjaga keberlanjutan upaya masyarakat di tengah masa pemulihan," tutupnya.

(anl/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News