Rutinitas Sehat yang Terlalu Ketat: Membantu Tubuh atau Membebani Pikiran?

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi Self Love, Sumber : IStockphoto/Drazen Zigic

Belakangan ini, istilah self-care semakin terkenal dan sering dikaitkan dengan upaya menjaga kesehatan bentuk dan mental. Mulai dari skincare routine, olahraga rutin, meditasi, hingga konsumsi makanan sehat—semuanya dianggap sebagai bagian dari merawat diri.

Namun, muncul kejadian baru nan jarang disadari: over-self care, yaitu kondisi ketika seseorang terlalu konsentrasi pada upaya menjaga kesehatan hingga justru menimbulkan akibat negatif.

Hal ini memunculkan pertanyaan penting: apakah self-care selalu membawa manfaat, alias bisa berubah menjadi tekanan jika dilakukan secara berlebihan?

Apa Itu Over-Self Care?

Over-self care terjadi ketika aktivitas nan semestinya membantu menjaga kesehatan justru menjadi tanggungjawab nan membebani. Seseorang merasa kudu selalu:

  • mengikuti rutinitas kesehatan tertentu

  • menjaga pola makan secara sangat ketat

  • melakukan beragam aktivitas self-care tanpa jeda

  • mencapai standar tertentu dalam menjaga diri

Alih-alih memberikan kenyamanan, aktivitas ini justru dapat menimbulkan tekanan.

Dari Kebutuhan Menjadi Kewajiban

Self-care pada dasarnya adalah kebutuhan, bukan tanggungjawab nan kudu dilakukan secara sempurna. Namun, pengaruh media sosial dan tren style hidup sering membikin self-care terlihat seperti sesuatu nan kudu dilakukan secara ideal.

Akibatnya, seseorang bisa merasa bersalah jika tidak melakukan rutinitas tersebut.

Dampak nan Tidak Disadari

Ketika self-care dilakukan secara berlebihan, beberapa akibat nan dapat muncul antara lain:

  • stres lantaran tekanan untuk selalu “sehat”

  • rasa bersalah ketika tidak mengikuti rutinitas

  • kelelahan mental

  • fokus berlebihan pada diri sendiri

Ironisnya, aktivitas nan semestinya meningkatkan kesehatan justru dapat mengganggu keseimbangan.

Ilusi Kesempurnaan dalam Self-Care

Banyak konten nan menampilkan self-care sebagai aktivitas nan sempurna dan menyenangkan. Namun, tidak semua orang mempunyai kondisi alias waktu nan sama untuk melakukannya.

Perbandingan ini dapat menciptakan ekspektasi nan tidak realistis.

Kesehatan nan Seharusnya Fleksibel

Kesehatan bukan sesuatu nan kaku alias kudu selalu sempurna. Tubuh dan pikiran mempunyai kebutuhan nan berubah-ubah, sehingga pendekatan nan elastis justru lebih penting.

Self-care semestinya membantu seseorang merasa lebih baik, bukan menjadi sumber tekanan baru.

Menemukan Keseimbangan

Untuk menghindari over-self care, beberapa perihal nan dapat dilakukan antara lain:

  • memahami kebutuhan diri sendiri

  • tidak memaksakan rutinitas tertentu

  • memberi ruang untuk fleksibilitas

  • tidak membandingkan diri dengan orang lain

Pendekatan ini membantu menjaga self-care tetap menjadi perihal nan positif.

Refleksi Gaya Hidup Modern

Fenomena over-self care menunjukkan gimana sesuatu nan baik dapat berubah menjadi berlebihan jika tidak disikapi dengan bijak. Ini juga mencerminkan gimana tren kesehatan dapat memengaruhi langkah kita memandang diri sendiri.

Pada akhirnya, merawat diri bukan tentang kesempurnaan, tetapi tentang keseimbangan dan kenyamanan dalam menjalani hidup.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan