Rajiv Puji Mentan Amran Berhasil Swasembada Beras Lebih Cepat

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, mengapresiasi capaian sektor pertanian nasional setelah persediaan beras Indonesia dilaporkan meningkat hingga 5,1 juta ton.

Rajiv menilai Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menunjukkan kesungguhan dalam menjalankan tugas sehingga sasaran swasembada beras dapat dicapai lebih sigap dari rencana awal.

"Presiden Prabowo, ngasih sasaran 4 tahun tahun swasembada beras, tapi menteri Amran hanya memerlukan waktu 1,5 tahun untuk mewujudkannya. Ini luar biasa," kata Rajiv dalam keterangan tertulis, Senin (27/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rajiv juga menyoroti peningkatan produksi beras nasional nan disebut melonjak sebesar 13,29 persen pada tahun lalu. Saat ini, produksi beras nasional disebut mencapai sekitar 5,7 juta ton per bulan.

"Dalam situasi dunia nan penuh ketidakpastian dan ancaman gangguan pangan, kita justru kondusif lantaran mempunyai persediaan pangan nan berlimpah hingga 324 hari kedepan. Bahkan setiap bulan produksi beras kita mencapai 5,7 juta ton," ungkap politisi partai NasDem ini.

Selain beras, Rajiv menilai Kementerian Pertanian menjalankan sejumlah program strategis lain nan dinilai progresif, seperti swasembada jagung dan gula, serta peningkatan produksi komoditas perkebunan seperti kopi dan kakao.

Ia menyebut sejumlah program prioritas, antara lain ekspansi areal tanam, optimasi lahan, penyediaan bibit unggul, support perangkat dan mesin pertanian (alsintan), subsidi pupuk, serta hilirisasi sektor perkebunan dan peternakan, mulai menunjukkan hasil nyata.

Meski demikian, Rajiv mengingatkan Kementab agar tetap waspada terhadap potensi ancaman perubahan iklim, khususnya kejadian 'Goadzila' El Nino nan berpotensi menyebabkan tandus panjang dan berakibat pada produksi pertanian.

"Semua prestasi pastinya bakal diuji dengan kondisi nan selalu berubah, tahun ini Kementan kudu siap dan tidak lengah menghadapi Godzilla El Nino berupa tandus panjang juga lebih kering nan menakut-nakuti produksi pertanian kita," pungkas Rajiv.

(ory/ory)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional