Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini sangat dipengaruhi oleh kondisi esensial ekonomi.
Dalam pandangannya, selama siklus ekspansi ekonomi berlangsung, pasar saham mempunyai kesempatan naik signifikan dari titik terendahnya.
Ia menjelaskan, dalam satu fase ekspansi, kenaikan indeks bisa mencapai 4 hingga 5 kali lipat. Dengan dugaan tersebut, IHSG dinilai berpotensi menembus level 28.000 dalam beberapa tahun ke depan.
“Let’s say sekarang 7.000 lah. Ekspansi kita bakal berjalan sampai 2029-2030. Itu saya bilang bisa 4-5 kali. Bisa lah 28.000 ya? Mereka bilang itu Purbaya gila,” kata Purbaya dalam sambutannya di aktivitas Pembukaan Pekan Reksa Dana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (27/4).
Purbaya menekankan, proyeksi itu bukan tanpa dasar. Ia menyinggung pengalaman historis IHSG nan pernah melonjak tajam, pada rentang sekitar 2002-2009.
“Jadi itu bukan perihal nan tidak mungkin jika kita kembangkan pertumbuhan ekonomi nan baik. Dan itu pasti bakal terjadi,” tutur Purbaya.
Selain itu, dia juga menilai sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen nan kerap dianggap terlalu ambisius mulai menunjukkan tanda-tanda realistis. Dalam beberapa tahun ke depan, nomor tersebut diyakini bakal semakin terlihat.
“Jadi pertumbuhan 8 persen mungkin orang-orang bilang terlalu tinggi. Kalau untuk saya (pertumbuhan 8 persen) sudah nyaris kelihatan. Nanti dua tahun, tiga tahun lagi Anda sudah memandang itu. Angka 8 persen sudah nyundul-nyundul ke atas,” sebut Purbaya.
Dari sisi keahlian ekonomi terkini, dia memproyeksikan pertumbuhan pada kuartal pertama dan kedua tahun ini bisa melampaui 5,5 persen, melanjutkan capaian sebelumnya nan berada di level 5,39 persen.
“Kuartal pertama mungkin bakal tumbuh 5,5 persen ke atas. Kuartal kedua juga seperti itu. Di tengah gejolak ekonomi dunia nan tidak jelas itu, kita bisa bisa menciptakan pertumbuhan domestik nan cukup baik,” tutur Purbaya.
Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa arah pergerakan pasar saham tetap sangat berjuntai pada kekuatan ekonomi domestik. Ia juga memastikan beragam langkah reformasi nan tengah dijalankan pemerintah dilakukan secara serius.
“Kalau ekonominya bagus terus, walaupun sekarang banyak buletin negatif nan jelek-jelekin saya katanya. Tapi saya tahu betul, nan kita jalankan enggak main-main,” ucap Purbaya.
Dari sisi fiskal, dia mengungkapkan penerimaan pajak dalam tiga bulan pertama tahun ini telah tumbuh 20 persen. Kinerja tersebut turut ditopang oleh reformasi di sektor kepabeanan serta percepatan beragam program pembangunan pemerintah.
“Ceteris paribus, dengan keadaan nan sama, tanpa reformasi industri nan berlebihan, kita bisa tumbuh 6 persen dengan hanya menghidupkan private sector dan government sector saja. Itu modal awal,” terangnya.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·