Pramono menekankan, keahlian PPSU sebagai ujung tombak pelayanan publik kudu betul-betul mencerminkan kondisi riil di lapangan, bukan sekadar laporan nan terlihat baik di atas kertas.
Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan pembenahan sistem dan tata kelola guna memastikan transparansi serta akuntabilitas kerja.
“Kami memperbaiki sistem dan tata kelola nan lebih baik, transparan, terbuka. Karena bagaimanapun masukan, pendapat, saran, kritik dari penduduk Jakarta adalah modal bagi Pemerintah DKI Jakarta untuk melakukan perbaikan diri,” jelasnya.
Menurut Pramono, perbaikan keahlian tidak bisa dilakukan secara parsial dan memerlukan support seluruh jajaran. Melalui penegasan ini, Pemprov DKI berambisi keahlian PPSU ke depan lebih berorientasi pada hasil nyata di lapangan serta bisa mengembalikan kepercayaan publik.
“Saya merasa sebagai Gubernur nggak bisa kerja sendirian. Nggak bakal sukses tanpa support support misalnya dari PPSU dan sebagainya. Jadi PPSU adalah ujung tombak dari wajah Jakarta ke depannya,” ujarnya.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·