Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan pembangunan Taman Semanggi bakal rampung pada Juni 2026. Menurutnya, Taman Semanggi bakal mempunyai wajah baru nan lebih berwarna.
Pramono juga menegaskan bahwa pembangunan Taman Semanggi tidak berasal dari APBD. Anggaran sebesar Rp 134 miliar berasal dari skema naming rights alias kerja sama komersial nan memberikan kewenangan penamaan pada fasilitas, produk, acara, alias ruang digital.
“Dalam waktu dekat ini nan bakal terselesaikan, nan bukan dari APBD, adalah Taman Semanggi. Jadi Semanggi, saya percaya tahun depan teman-teman bakal kaget lantaran bakal kita buat menjadi lebih menarik, lebih berwarna, dan lebih bisa dimanfaatkan oleh penduduk Jakarta,” kata Pramono dalam Konferensi Pers Realisasi APBD Triwulan I Tahun 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/4).
“Mudah-mudahan selesai bulan Juni. Sebagai bingkisan Jakarta, angkanya Rp 134 miliar itu juga dari naming rights,” lanjut Pramono.
Ia menjelaskan, skema naming rights menjadi salah satu pengganti pembiayaan pembangunan kota tanpa membebani APBD.
Salah satu proyek nan telah terealisasi sebelumnya adalah Taman Bendera Pusaka.
“Hal nan berangkaian dengan naming rights ini memang menjadi salah satu kebijakan Pemerintah DKI Jakarta dalam creative financing. Salah satu contoh nan paling konkret nan sudah jadi adalah Taman Bendera Pusaka, nan sepenuhnya pembiayaannya bukan dari APBD,” ungkap Pramono.
Selain Taman Semanggi, Pramono juga menyebut sejumlah area lain tengah dikembangkan dengan pendekatan serupa.
“Sehingga dengan demikian naming rights yang lain sebenarnya banyak, termasuk sekarang ini nan sedang dilakukan di Bundaran HI, nan sedang dikerjakan ke bawah dan sebagainya. Nanti di Dukuh Atas semuanya dibangun melalui creative financing, tidak dari APBD,” kata Pramono.
Lebih lanjut, dia membuka kesempatan bagi pihak swasta untuk berperan-serta dalam penamaan taman sebagai bagian dari kerja sama pembiayaan.
“Termasuk taman-taman di Jakarta, sekarang ini saya izinkan untuk diberi nama,” tuturnya.
Namun demikian, Pramono menegaskan kebijakan tersebut murni berkarakter upaya dan tidak berangkaian dengan kepentingan politik.
“Sekali lagi saya mengizinkan, tapi ini tidak ada hubungannya dengan partai politik. Saya mengizinkan untuk naming rights itu betul-betul pendekatannya, sekali lagi saya tekankan, secara bisnis. Jadi tidak ada politiknya,” pungkasnya.
Adapun proyek ruang terbuka hijau ini ditargetkan rampung pada 22 Juni 2027, bertepatan dengan peringatan ulang tahun Jakarta sekaligus menuju 500 tahun Kota Jakarta.
Sebelumnya, Pramono mengatakan area Semanggi bakal menjadi etalase baru Jakarta nan lebih ikonik dan terhubung dengan ruang publik di sekitarnya.
“Mulai hari ini sampai dengan, mudah-mudahan, tanggal 22 Juni 2027, Jakarta mempunyai etalase baru nan menjadi lebih baik, nan namanya adalah Semanggi,” kata Pramono.
Ia juga mengingatkan bahwa area Semanggi mempunyai nilai historis lantaran digagas oleh Presiden Soekarno sejak 1962 sebagai simbol konektivitas dan estetika kota.
Revitalisasi taman seluas sekitar enam hektare itu bakal difokuskan pada penguatan kegunaan ruang publik, konektivitas kawasan, serta aktivasi aktivitas masyarakat.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·