Pramono Ingatkan BUMD DKI: Jangan Ada Intervensi Politik-Titipan

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat BUMD Leaders Forum di area Ancol, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar terbebas dari intervensi politik dan praktik titipan dalam proses pengelolaan maupun penunjukan dewan dan komisaris.

Peringatan itu disampaikan Pramono dalam BUMD Forum Leaders di area Ancol, Jakarta Utara, Jumat (17/4).

"Bahkan ketika melakukan perombakan dewan dan komisaris, saya hanya minta satu hal: jangan ada intervensi politik, jangan ada titipan. Kalau ada keputusan pun, nan memutuskan adalah Gubernur. Kenapa? Supaya dipilih orang-orang nan terbaik," kata Pramono.

Percaya BUMD, meski Masih Ada Kekurangan

Pramono menegaskan, kepercayaan penuh diberikan kepada jejeran BUMD agar bisa mengelola perusahaan secara profesional. Ia mengakui tetap ada kekurangan, namun menilai performa sejumlah BUMD sudah menunjukkan perbaikan.

"Masih ada kekurangan, tidak semuanya sempurna. Tetapi jika dilihat performa — apakah itu Bank Jakarta, PAM Jaya, Jakpro, Dharma Jaya nan dulu saya sempat ragu akhirnya saya izinkan untuk impor sapi, Food Station, dan sebagainya — semuanya sudah bergerak ke arah nan lebih baik," ujarnya.

"Kata kuncinya adalah saya memberikan kesempatan dan saya percaya dengan saudara-saudara untuk mengelola perusahaan ini," lanjutnya.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat memberikan sambutan dalam aktivitas pembukaan Musrenbang RKPD Provinsi DKI Jakarta Tahun 2027 di Balai Kota Jakarta, Kamis (16/4/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Jangan Jadi Pemain Kandang, Lihat Peluang ke Luar

Pramono juga mendorong BUMD untuk tidak hanya berorientasi ke dalam daerah, melainkan memperluas perspektif dan kesempatan upaya ke luar — apalagi hingga ke pasar internasional.

"Jangan jadi pemain kandang. Tidak mau memandang bumi luar, seakan dirinya paling benar. Padahal jika kita bisa memandang perspektif nan lebih luas, banyak sekali nan bisa dilakukan oleh BUMD Jakarta ke luar," ucapnya.

Pramono membuka kesempatan bagi PAM Jaya dan Bank Jakarta untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO). Namun dia mengingatkan agar kondisi geopolitik dan momentum pasar diperhatikan sebelum keputusan direalisasikan.

"Termasuk di dalamnya permintaan PAM Jaya maupun Bank Jakarta untuk IPO — secara prinsip saya setuju. Secara prinsip," ujarnya.

Ia juga mendorong BUMD untuk menjaga kesehatan finansial dengan mengurangi beban penugasan nan tidak produktif, dan mengapresiasi langkah pembenahan seperti revitalisasi Taman Ismail Marzuki dan Planetarium sebagai contoh positif.

Jika Ada nan Mengatasnamakan Gubernur, Lapor Langsung

Pramono secara tegas meminta jejeran dewan BUMD untuk melaporkan langsung kepadanya jika ada pihak nan mengatasnamakan dirinya dalam upaya intervensi.

"Mumpung saya sebagai Gubernur tidak punya kepentingan apa pun terhadap BUMD-BUMD nan ada — jika ada orang nan mengatasnamakan saya, kerabat kudu ngomong langsung dengan saya," tegasnya.

Ia berambisi forum konsolidasi ini menjadi titik awal bagi BUMD DKI untuk tumbuh lebih sehat secara finansial dan siap menghadapi tantangan ke depan, termasuk sasaran pada 2027.

"Mudah-mudahan Leader Forum BUMD ini menjadi milestone bagi kita semua untuk melangkah lebih baik ke depan," pungkas Pramono.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan