Presiden Prabowo Subianto memastikan pasokan daya Indonesia tetap aman, setidaknya untuk 1 tahun ini di tengah disrupsi rantai pasok daya dunia lantaran perang AS-Israel dan Iran.
Prabowo mengatakan, perang di Timur Tengah saat ini membuktikan bahwa Selat Hormuz menentukan hidup banyak bangsa. Selat Hormuz saat ini diblokade Iran sebagai upaya retaliasi atas serangan AS maupun Israel.
Menurut Prabowo, salah satu nan terpenting adalah mengendalikan konsumsi daya masyarakat, terutama BBM. Kendati demikian, dia menilai ketahanan ekonomi tetap kuat, dan pasokan BBM tetap kondusif untuk tahun ini.
"Untuk jangka pendek ini nan saya anggap kritis adalah 1 tahun ke depan ini, 12 bulan ke depan, sesudah 12 bulan kita bakal menjadi sangat kuat. Tapi intinya sekarang kita siap kuat menghadapi 1 tahun ini, setelah kita pelajari," ungkap Prabowo saat Taklimat Presiden, Rabu (8/4).
Hal ini lantaran Indonesia tidak terlalu berjuntai pada pasokan migas dari Timur Tengah, dan pemerintah sudah mendapatkan pengganti pasokan sementara selama periode jangka pendek.
"Sumber-sumber minyak dan gas kita tidak terlalu banyak nan lewat Selat Hormuz, kita bisa mencari pengganti lain selain kita punya kekuatan dalam negeri nan sangat kuat, ada periode nan kita kudu atasi bersama," jelasnya.
Di sisi lain, Prabowo juga meminta masyarakat bisa bijak dalam mengkonsumsi energi, terutama golongan nan bisa untuk tidak memanfaatkan subsidi daya dan membeli BBM nan mengikuti nilai pasar. Pasalnya, dia meminta agar nilai BBM subsidi tidak naik.
"Untuk BBM nan bersubsidi kita bakal pertahankan untuk rakyat kecil, kita bakal pertahankan untuk 80 persen rakyat kita, tapi pada saatnya nan orang-orang kuat, orang-orang kaya, ya jika mau pakai bensin nan mahal ya dia kudu bayar nilai pasar," tegasnya.
"Lo udah kaya, minta subsidi lagi, ya enggak lah, nan kita bela rakyat miskin. Dan ini hanya periode tertentu dan ini juga bener baik, kita tidak boleh jadi bangsa nan terlalu santai, mari kita koreksi diri kita," imbuh Prabowo.
Selain itu, Prabowo menilai Indonesia juga mempunyai peran besar dalam logistik daya di wilayah Asia, bahwa selat-selat di Indonesia merupakan jalur pengedaran daya bagi 70 persen kebutuhan daya dan perdagangan di Asia Timur.
"Sadarkah kita sungguh pentingnya, sadarkah kita sungguh kuncinya Indonesia, 70 persen daya Korea, Jepang, Taiwan, Tiongkok, Filipina, jadi kita kudu mengerti bahwa kita selalu jadi perhatian dunia," katanya.
Maka dari itu, lanjut dia, sungguh pentingnya bangsa ini dikendalikan dengan tepat dan andal. Dengan demikian, pemerintah telah menyiapkan sederet strategi untuk mengatasi kondisi dunia nan penuh krisis dan mengakibatkan masalah pada pasokan energi.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·