
Prabowo Hadiri May Day 2026 di Monas, Mendengar 11 Tuntutan Buruh (Foto: Setpres)
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri peringatan May Day 2026 alias Hari Buruh pada hari ini nan digelar di Kawasan Silang Monumen Nasional (Monas), Jumat (1/5/2026) pagi.
Prabowo pada kesempatan tersebut bakal mendengarkan sebanyak 11 tuntutan pekerja di antaranya pengesahan RUU Ketenagakerjaan; HOSTUM (Hapus Outsourcing Tolak Upah Murah); ancaman PHK akibat perang; reformasi pajak termasuk kenaikan PTKP dan penghapusan pajak THR, JHT, dan pensiun.
Kemudian, pengesahan RUU Perampasan Aset; pengamanan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) serta industri nikel; moratorium industri semen akibat over supply; ratifikasi Konvensi ILO 90; perjuangan tarif ojol 10%; revisi UU Nomor 2 Tahun 2024; serta pengangkatan pembimbing dan tenaga honorer PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu.
Sebelumnya, Presiden Prabowo juga telah berbincang dengan jejeran Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berbareng Partai Buruh selama 1,5 jam.
Presiden KSPI nan juga Presiden Partai Buruh Said Iqbal berpandangan bahwa seremoni May Day tidak boleh sekadar seremonial. Di seluruh dunia, termasuk Indonesia, May Day adalah momentum untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan pekerja secara langsung kepada pemangku kebijakan.
Selain itu, dari 11 rumor nan dibawa KSPI, terdapat sejumlah rumor krusial nan telah dijawab dan ditegaskan oleh Presiden Prabowo sebagai tindak lanjut atas angan buruh.
“May Day bukan sekadar seremoni. Ini adalah momentum menyampaikan angan dan tuntutan buruh. Dan dari 11 rumor nan kami sampaikan, ada beberapa nan langsung mendapat respons dan penegasan dari Presiden,” tegasnya.
49 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·