Pasukan penjaga perdamaian PBB berhati-hati saat para pengungsi kembali ke rumah mereka menyeberangi jembatan nan menghubungkan Lebanon selatan setelah 2 hari gencatan senjata 10 hari antara Lebanon dan Israel, di Qasmiyeh, Lebanon, Sabtu (18/4/2026). (REUTERS/Louisa Gouliamaki)
Mereka terlihat berkendara melewati reruntuhan jembatan Qasmiyeh nan hancur, menyusuri jalan darurat berdebu sembari membawa barang-barang nan tersisa serta angan untuk memulai kembali kehidupan. (REUTERS/Louisa Gouliamaki)
Kondisi di lapangan tetap memprihatinkan, dengan banyak kota dan lingkungan nan mengalami kerusakan parah akibat konflik. Infrastruktur penting, termasuk jembatan dan gedung permukiman, dilaporkan hancur, menyulitkan mobilitas penduduk nan kembali. (REUTERS/Marko Djurica)
Disisi lain nampak kepadatan kendaraan-kendaraan nan mengular saat para pengungsi berupaya kembali ke rumah mereka setelah gencatan senjata. (REUTERS/Aziz Taher)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Jumat (17/4) mengatakan bahwa Washington telah melarang Israel melanjutkan pengeboman di Lebanon. Pernyataan itu disampaikan sehari setelah dia mengumumkan gencatan senjata selama 10 hari antara kedua pihak. (REUTERS/Louisa Gouliamaki)
Kesepakatan tersebut memicu optimisme bahwa ketegangan nan lebih luas di kawasan, termasuk bentrok paralel antara Amerika Serikat dan Iran, berpotensi mereda dalam waktu dekat. Meski demikian, sejumlah pihak menilai situasi tetap rentan dan penuh ketidakpastian. (REUTERS/Louisa Gouliamaki)
Presiden Lebanon, Joseph Aoun, menegaskan bahwa gencatan senjata nan telah dicapai kudu ditingkatkan menjadi kesepakatan permanen guna menjamin stabilitas jangka panjang di negaranya. Di sisi lain, Hizbullah nan didukung Iran menyatakan tetap mempertahankan “hak untuk melawan,” menandakan bahwa ketegangan belum sepenuhnya mereda meskipun gencatan senjata berlaku. (REUTERS/Marko Djurica)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·