Jakarta -
Polres Sukoharjo berbareng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sukoharjo menggelar jasa manajemen kependudukan (adminduk) bagi penduduk di Kecamatan Grogol nan terdampak banjir. Total ada 150 penduduk nan terbantu dalam mengurus arsip kependudukan nan sempat lenyap terbawa banjir.
Pelayanan digelar hari ini di Balai Pertemuan Warga Dukuh Kaliwingko RT 01 RW 09, Desa Madegondo, Kecamatan Grogol, mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB. Kegiatan ini difokuskan pada publikasi Surat Kehilangan (C1) serta konsultasi arsip kependudukan nan rusak akibat banjir.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh KASPKT Polres Sukoharjo Iptu Yuliadi didampingi Pawas AKP Marlin Supu Payu, Pamapta II Ipda Ibnu Susilo dan jejeran personil Polsek Grogol, Banit SPKT, serta petugas dari Disdukcapil Kabupaten Sukoharjo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil pelaksanaan, tercatat sebanyak 150 penduduk mengurus surat kehilangan, sementara 25 penduduk lainnya memanfaatkan jasa konsultasi mengenai arsip nan rusak maupun hilang.
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo menegaskan bahwa aktivitas ini merupakan corak kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi bencana.
Polres Sukoharjo jemput bola bantu urus arsip penduduk terdampak banjir (dok.istimewa)
"Banyak berkas krusial penduduk nan lenyap maupun rusak akibat banjir. Oleh lantaran itu, kami datang langsung di letak untuk mempermudah masyarakat dalam pengurusan dokumen," kata Anggaito kepada wartawan, Sabtu (18/4/2026).
Warga pun menyambut baik langkah tersebut. Heni, penduduk Kaliwingko, Desa Madegondo, Kecamatan Grogol, mengaku sangat terbantu dengan adanya jasa langsung dari Polres Sukoharjo dan Disdukcapil.
"Kami sangat mengapresiasi langkah Polres dan Disdukcapil nan sigap tanggap menerima keluhan warga, terutama mengenai arsip kependudukan nan lenyap alias rusak pasca banjir nan terjadi pada Rabu (15/4) kemarin," ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Agus, penduduk Kaliwingko lainnya, nan menilai pelayanan ini sangat membantu masyarakat dalam kondisi susah pascabencana.
Dengan adanya jasa terpadu ini, masyarakat terdampak banjir diharapkan dapat segera memperoleh kembali arsip krusial mereka, sehingga aktivitas sehari-hari dapat kembali melangkah normal.
(ygs/dhn)
10 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·