
Perdana Menteri Hungaria Peter Magyar. (Foto: X)
JAKARTA - Perdana Menteri Hungaria nan baru, Peter Magyar, mengatakan pada Senin (20/4/2026) bahwa negaranya bakal melaksanakan surat perintah Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap siapa pun. Pernyataan itu disampaikan Magyar setelah dia mengundang Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, nan menjadi sasaran surat perintah penangkapan ICC, ke Budapest.
Pada 2024, ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang—termasuk penggunaan kelaparan sebagai metode perang—dalam perang Israel di Gaza.
Pemimpin nasionalis Hungaria nan bakal segera lengser, Viktor Orban, mengumumkan tahun lampau bahwa negaranya menarik diri dari ICC setelah berjumpa dengan Netanyahu di Budapest. Penarikan tersebut dijadwalkan bertindak pada 2 Juni tahun ini.
Tetapi, minggu lalu, Magyar memperjelas bahwa dia mau Hungaria membatalkan keputusan tersebut. Di sisi lain, dia juga mengundang Perdana Menteri Israel untuk mengunjungi Budapest lagi pada Oktober mendatang, menurut pernyataan Israel mengenai percakapan telepon antara kedua pemimpin tersebut.
Ketika diminta oleh seorang reporter untuk mengklarifikasi, Magyar mengatakan bahwa dia telah mengirimkan undangan kepada semua perdana menteri dan presiden nan dia ajak bicara melalui telepon untuk peringatan 70 tahun pemberontakan anti-Soviet Hungaria tahun 1956.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·