Perlintasan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Kini Dipasangi Palang Pintu

Sedang Trending 48 menit yang lalu

Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026). Insiden nan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek, KRL Commuter Line, dan sebuah taksi ini menewaskan 16 orang.

Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo menjelaskan, kecelakaan kereta di Bekasi Timur bermulai dari kejadian di perlintasan rel area Bulak Kapal. Sebuah taksi tertabrak KRL di jalur perlintasan (JPL), sehingga perjalanan kereta terganggu dan KRL terpaksa berhenti.

“Jadi KRL itu berakhir lantaran ada taksi nan tertabrak di perlintasan dekat Bulak Kapal,” ujar Franoto.

KRL nan terlibat kecelakaan tersebut kemudian berakhir di tengah rel. Di sisi lain, KRL arah Cikarang tertahan di Stasiun Bekasi Timur akibat gangguan di jalur depan.

Dalam kondisi itulah, KA Argo Bromo Anggrek nan melaju dari arah Jakarta tidak dapat menghindari tabrakan dan menghantam bagian belakang KRL nan berakhir di Stasiun Bekasi Timur.

“KRL berhenti, lampau di belakangnya ada KA Argo Bromo Anggrek nan kemudian terjadi tabrakan,” jelasnya.

Polda Metro Jaya telah meningkatkan kasus ini ke tahap penyidikan. Sejumlah saksi telah diperiksa, termasuk petugas perlintasan, masinis, serta pengemudi taksi nan diduga menjadi pemicu kecelakaan.

Penyidik juga melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk mengkaji penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan gangguan teknis seperti sistem sinyal maupun aspek kelalaian manusia.

Hingga kini, polisi tetap mendalami rangkaian peristiwa nan menyebabkan kecelakaan maut tersebut, termasuk menelusuri standar operasional di perlintasan sebidang nan tidak dilengkapi palang pintu resmi.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita