Pekanbaru - Seorang wanita berjulukan Dumaris Deniwati Boru Sitio (60) ditemukan tewas di dalam rumahnya di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau. Korban tewas setelah dihantam kayu berkali-kali.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Rabu (29/4) pagi. Awalnya, suami korban, Salmon Meha, membujuk istrinya untuk keluar rumah mengurus pajak kendaraan.
"Namun, saat itu korban tidak mau ikut dan tinggal sendirian di dalam rumah," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).
Sekitar pukul 11.00 WIB, suami korban pulang ke rumah memandang pintu rumah terbuka. Sang suami kemudian masuk ke dalam bilik memandang situasi dalam bilik berantakan.
Suami korban kemudian mengecek korban ke dalam bilik mandi kamar, namun tidak ada. Setelah itu suami korban memeriksa ke dapur rumah dan memandang istrinya sudah dalam keadaan meninggal bumi dan memandang bercak darah di dalam bilik mandi.
Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polresta Pekanbaru. Polisi kemudian melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke RS Bhayangkari untuk diautopsi.
Kombes Pandra mengatakan dari rangkaian peristiwa tersebut, diduga korban dibunuh. Hal ini dibuktikan dari rekaman CCTV nan ada di dalam rumah.
Ia menambahkan pihaknya juga telah memeriksa empat orang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Dari pengembangan ini sudah mengarah kepada seseorang, namun ini memerlukan pembuktian lebih lanjut," katanya.
Pandra menjelaskan bahwa korban mempunyai empat orang anak. nan pertama adalah Arnold, Irfan, dan Rutnah.
"Dari nomor dua ini punya menantu, nan selama menikah di tahun 2022-2023 tetapi tidak pernah tinggal di rumah, hanya meninggalkan rumah pada tahun 2023," jelasnya.
Pada tanggal 9 April 2026, menantunya itu datang menemui korban. Ia menambahkan, sejak meninggalkan rumah mertuanya itu, menantunya itu tetap berkomunikasi dengan korban.
"Pada tanggal 8 April 2026, Pak Salmon (suami korban) terkejut lantaran bilik utamanya ada nan mencongkel. Dia bertanya kepada anandanya atas nama Arnold itu, lantaran ada kecurigaan barulah dipasang CCTV pada tanggal 9 April 2026 itu," jelasnya.
Pihak kepolisian melibatkan beragam unsur teknis seperti Inafis dan DVI Polda Riau. Selain itu, pihak kepolisian juga memberikan pendampingan psikologis kepada family korban.
"Kami juga menurunkan tim untuk trauma healing kepada family korban, lantaran peristiwa ini menimbulkan akibat psikologis nan cukup berat," ungkapnya.
Barang Korban Hilang
Polisi tetap mendalami motif pembunuhan tersebut. Sejumlah kekayaan milik korban dilaporkan hilang.
"Barang korban nan lenyap itu adalah cincin, perhiasan-perhiasan, pasport, dan duit SGD 400," katanya. (mei/ygs)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·