Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat telah menangani puluhan ribu titik jalan berlubang sepanjang Januari hingga Maret 2026.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Atika Nur Rahmania mengatakan, perbaikan jalan dilakukan dengan mengedepankan prinsip mobilitas sigap agar tidak mengganggu aktivitas warga.
“Dalam menanggapi beragam keluhan masyarakat, maka Pemprov terus mengedepankan prinsip mobilitas sigap ialah melalui penanganan jalan berlubang nan sampai saat ini telah mencapai 29.027 titik sepanjang Januari hingga Maret 2026,” ujar Atika dalam Konferensi Pers Realisasi APBD Triwulan I Tahun Anggaran 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/4).
“Ini berasas laporan masyarakat dan juga hasil monitoring internal,” lanjutnya.
Selain perbaikan jalan, Pemprov DKI juga melakukan beragam langkah untuk menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan. Salah satunya melalui aktivitas kerja hormat massal nan melibatkan beragam komponen masyarakat.
“Selain itu dalam upaya menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan juga telah dilakukan aktivitas kerja hormat massal, Jaga Jakarta Bersih di beragam wilayah nan melibatkan pemerintah dan masyarakat secara serentak,” tuturnya.
Upaya pengendalian lingkungan juga difokuskan pada sejumlah titik nan menjadi perhatian, termasuk di RDF Plant Rorotan nan sempat menimbulkan bau.
Pemprov melakukan beragam langkah untuk mengurangi akibat lingkungan di area tersebut.
“Untuk rumor lingkungan khususnya di sekitar RDF Plant Rorotan, pemerintah juga melakukan beragam langkah pengendalian seperti pengoperasian deodorizer, optimasi pengelolaan emisi serta pembentukan tim pemantauan nan melibatkan unsur pemerintah dan masyarakat,” jelas Atika.
Lebih lanjut, Atika menyampaikan Pemprov DKI Jakarta juga terus memperkuat pembangunan prasarana sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota dunia nan tangguh.
“Pemprov itu terus memperkuat prasarana pengendalian banjir melalui pembangunan dan peningkatan pompa, waduk, dan embung di beragam wilayah,” ujar Atika.
Selain itu, pembangunan saluran penghubung dan saluran mikro juga terus digenjot untuk meningkatkan kapabilitas drainase kota.
“Dan tentunya pembangunan saluran penghubung dan saluran mikro sepanjang 129.486 meter nan tersebar di 5 kota administrasi. Dan juga kami terus melakukan peningkatan kapabilitas drainase kota,” ungkapnya.
Pengelolaan limbah berkepanjangan juga menjadi salah satu prioritas jangka panjang melalui proyek pengolahan limbah skala besar.
“Di sisi lain, pengelolaan limbah berkepanjangan juga menjadi prioritas melalui penyelesaian Jakarta Sewerage Development Project area 1 paket 5 dan 6. Upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan secara menyeluruh,” kata dia.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·