Pasar Kembali Ramai, Ekonomi Aceh Tamiang Bangkit Pascabencana

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Suasana di Pasar Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Rabu (29/4/2026). Foto: Satgas PRR

Geliat ekonomi masyarakat Aceh Tamiang perlahan mulai pulih setelah sempat terpuruk akibat musibah hidrometeorologi pada akhir November tahun lalu. Sejumlah toko nan sebelumnya lumpuh sekarang kembali beroperasi, menandai kebangkitan aktivitas perdagangan di wilayah tersebut.

Pasar sebagai pusat perputaran ekonomi masyarakat juga mulai kembali aktif. Warga tampak ramai mengunjungi pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, menciptakan suasana nan semakin mendekati kondisi normal.

Salah seorang pedagang ikan di Pasar Kuala Simpang, Herman, mengungkapkan kondisi pasar saat ini sudah berangsur pulih.

"Alhamdulillah, sekarang sudah kembali normal," kata Herman saat ditemui di kiosnya, Rabu (29/4).

Ia mengaku baru sekitar satu separuh bulan kembali berdagang setelah tempat usahanya dibersihkan oleh abdi negara pemerintah.

"Sudah sebulan setengah, sudah dibersihkan oleh pemerintah kita," katanya.

Suasana di Pasar Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Rabu (29/4/2026). Foto: Satgas PRR

Pasar daging nan berada di pinggir Sungai Tamiang tersebut menjadi salah satu prasarana umum nan terdampak cukup parah akibat banjir.

Meski demikian, pasokan ikan sekarang sudah kembali tersedia dari beragam daerah.

"Pasokan ikan dari Banda Aceh ada, dari Sumatera Utara, dari Medan ada," ujarnya.

Namun, Herman berambisi pemerintah dapat segera melakukan rehabilitasi gedung pasar, khususnya pada bagian genting nan rusak akibat banjir.

"Kalau bisa kami minta digantikan seng-seng ini. Seng-seng ini kan banyak nan sudah hancur, sudah tidak layak lagi. Kalau hujan, sudah jelas kami kena hujan," harapnya.

Ia menuturkan, pada awal kembali berjualan, daya beli masyarakat tetap rendah sehingga dagangannya kurang laku. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, kondisi tersebut mulai membaik seiring meningkatnya aktivitas masyarakat.

"Dalam beberapa bulan terakhir ini memang agak melemah, lantaran mungkin banyak nan belum kerja. Karena posisi seperti ini ya. Tapi Alhamdulillah ada juga, dan menunjukkan tren positif, makin hari makin lebih baik," ujarnya.

Suasana di Pasar Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Rabu (29/4/2026). Foto: Satgas PRR

Kondisi serupa juga dirasakan Nurlela, pedagang sayur di Pajak Atas, Kuala Simpang. Ia baru kembali berdagang sekitar dua bulan terakhir setelah terdampak banjir.

Nurlela menjual sayur-sayuran nan diperoleh dari petani di desanya, Bandar Pusaka, Aceh Tamiang. Ia memanfaatkan hasil pertanian lokal untuk dipasarkan.

Pada awal masa pemulihan, dia sempat kesulitan mendapatkan pasokan lantaran banyak lahan perkebunan penduduk rusak akibat banjir.

"Sekarang ini jualan hanya ubi, bayam, kangkung, itu dari masyarakat di kampung," kata Nurlela.

Seiring waktu, kondisi pasar semakin membaik. Toko-toko pakaian, pedagang buah, sembako, serta beragam kebutuhan lainnya mulai kembali beroperasi.

Data Satgas PRR pada 27 April mencatat, sebanyak 196 pasar rakyat di tiga provinsi terdampak sudah beraksi secara fungsional. Rinciannya, 114 pasar di Aceh, 56 pasar di Sumatera Utara, dan 26 pasar di Sumatera Barat.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan