Pakar UI: Intelijen untuk Kepentingan Negara, Bukan Individu

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Dosen Program Studi Kajian Ketahanan Nasional Sekolah Pascasarjana Universitas Indonesia (PKN SPPB UI), Stanislaus Riyanta, menegaskan bahwa fungsi intelijen negara bukanlah di ranah politik praktis.

Oleh lantaran itu, dia mengkritisi andaikan intelijen negara justru dilibatkan alias terlibat dalam politik praktis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mulanya, Stanis menegaskan fungsi utama intelijen adalah menjaga negara agar tetap aman.

"Saya meyakini dengan pendidikan intelijen nan sangat ketat, kemudian dengan sumpahnya, doktrinnya, intelijen itu nan dipikirkan hanya untuk menjaga negara ini tetap aman," kata Stanis dalam seminar intelijen di Gedung IASTH, Universitas Indonesia Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (15/4).

Kemudian dia menegaskan bahwa koridor intelijen adalah kepentingan nasional, bukan kepentingan politik individu.

"Selama koridornya intelijen itu adalah national interest, saya meyakini itu lurus. nan tidak boleh adalah ketika intelijen itu personal interest atau politic interest. Itu nan tidak boleh," jelas Stanis.

Stanis kemudian menjelaskan bahwa intelijen boleh berpolitik, asal untuk kepentingan negara. Bukan digunakan untuk politik praktis.

"Apakah intelijen tidak berpolitik? Ya boleh saja politik negara, ya boleh. Tapi ketika itu politik praktis, ya kembalikan pada user-nya. Tapi intelijen itu politik negara dan national interest," ujarnya.

Dalam fungsinya tersebut, Stanis menegaskan intelijen hanya bekerja untuk mendeteksi potensi ancaman terhadap keberlangsungan serta keamanan bangsa dan negara.

"Dan dinamikanya macam-macam. Intelijen pasti ada di mana-mana kok, ada di golongan nan biasanya menciptakan ancaman, ada nan di kelompok-kelompok nan mungkin berpotensi menjadi ancaman, ya memang di situ," jelas Stanis.

"Tugas intelijen adalah itu: mendeteksi dini, kemudian memberikan peringatan dini, mencegah dini," imbuhnya.

(fam/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional