NHM Dorong Pembelajaran Berbasis Lapangan dalam Study Club SEG UNPAD SC

Sedang Trending 51 menit yang lalu
NHM Dorong Pembelajaran Berbasis Lapangan dalam Study Club SEG UNPAD SC Introduction of Hydrothermal Alteration di(Doc NHM)

KEDEKATAN antara bumi industri dan akademisi terasa begitu hangat dalam gelaran Study Club 2: “Introduction of Hydrothermal Alteration” nan diadakan oleh Divisi Learning SEG UNPAD SC, Rabu (6/5/2026).

Di hadapan ratusan mahasiswa Fakultas Teknik Geologi (FTG) Universitas Padjadjaran (UNPAD), PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) datang bukan sekadar sebagai pemateri, melainkan sebagai "kakak kelas" dan mitra nan peduli pada pengembangan generasi penerus.

Semangat berbagi ini semakin nyata saat NHM menyerahkan hibah spesimen batuan original dari area Tambang Emas Gosowong.

Langkah ini merupakan corak dedikasi Perusahaan untuk membawa realita industri ke dalam ruang kelas, memastikan mahasiswa dapat menyentuh dan mempelajari langsung bukti kekayaan alam Indonesia sebagai bekal riset dan pembelajaran mereka di masa depan.

Kegiatan berjalan Rabu, 6 Mei 2026, di Bale Rucita Gedung Rektorat UNPAD. Dipandu oleh Dr. Aton Patonah, S.T., M.T., selaku Kepala Unit Penjaminan Mutu FTG UNPAD sebagai Moderator.

Dalam sambutannya, Aton menyampaikan apresiasi kepada NHM nan telah meluangkan waktu untuk datang langsung di tengah padatnya aktivitas operasional perusahaan.

“Kami berterima kasih atas partisipasi NHM, tentu tidak mudah menghadirkan praktisi industri di tengah kesibukan operasional. Ini juga membuktikan bahwa hubungan alumni sangat krusial sebagai jembatan kerjasama kampus dengan bumi kerja,” ucapnya.

Kolaborasi ini menghadirkan tiga praktisi senior NHM nan membagikan pengalaman langsung mengenai operasional pertambangan dari beragam perspektif pandang teknis.

Bahrudin Abiad, Manajer Tambang Bawah Tanah Kencana, mengawali sesi dengan memaparkan studi komparatif praktik terbaik operasional tambang bawah tanah di Gosowong.

Paparan kemudian dilanjutkan oleh Rendy Nurdianto, Manajer Eksplorasi NHM, nan menjelaskan karakter alterasi hidrotermal pada endapan epitermal melalui studi kasus Tambang Emas Gosowong.

Sementara itu, Dharma Irwanda, Superintendent Geologi NHM, melengkapi rangkaian materi dengan menekankan pentingnya kecermatan pengeboran sebagai salah satu aspek kunci dalam keberhasilan eksplorasi mineral hingga proses penambangan.

Tidak hanya berbagi materi, NHM menyerahkan hibah batuan ubahan (altered rock) beserta contoh mineralisasi nan berasal dari batuan sekitar deposit Gosowong Vein.

Spesimen tersebut merupakan batuan penciri alias parameter adanya mineralisasi emas ekonomis di deposit Gosowong. Hibah ini menjadi corak support konkret agar mahasiswa dapat memahami konsep alterasi hidrotermal secara lebih nyata.

“Dengan adanya sampel altered rock dan batuan mineralisasi dari Gosowong, mahasiswa bisa memandang langsung output dari aktivitas hidrotermal nan berasosiasi dengan keterdapatan mineralisasi emas ekonomis. Ini menjadi bahan ajar nan ideal, sekaligus bisa dijadikan referensi parameter dalam memahami karakter area ubahan dan model eksplorasi untuk potensi mineralisasi emas berikutnya,” ujar Rendy.

Sesi ini menjadi momen berbobot bagi para mahasiswa untuk berbincang langsung dengan para praktisi, mengubah ruang kelas menjadi wadah obrolan nan hidup mengenai realita dan tantangan di industri pertambangan.

Melalui kehadiran ini, NHM mau menunjukkan kepeduliannya dalam merangkul calon-calon geolog masa depan. Lebih dari sekadar berbagi ilmu, NHM berkomitmen untuk terus merawat hubungan baik dengan bumi pendidikan demi membantu generasi muda tumbuh menjadi pribadi nan kompeten, percaya diri, dan siap melangkah menuju bumi kerja. (Adv)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia