Ada perubahan nan pelan-pelan terjadi dalam langkah manusia memandang kecantikan. Kalau dulu fokusnya lebih ke tampilan visual, sekarang arahnya bergeser ke perihal nan lebih mendasar, seperti proporsi, struktur, dan gimana wajah bisa tetap terlihat seimbang secara natural seiring waktu.
Hal ini juga nan diangkat oleh Miracle Aesthetic Clinic menjelang perjalanannya selama 30 tahun datang di industri kecantikan Indonesia. Lewat forum berjudul Facial Harmony 2.0: Redefining Beauty through Structure, Proportion, and Science nan diselenggarakan pada Rabu (22/4) di Kemang, Jakarta Selatan, Miracle Aesthetic Clinic memperkenalkan pendekatan kecantikan nan lebih berbasis sains dan memahami struktur wajah secara menyeluruh.
Selama nyaris tiga dekade, Miracle Aesthetic Clinic telah menangani jutaan pasien dengan pendekatan nan tidak hanya berfokus pada permukaan kulit. Perawatan sekarang tidak lagi sekadar memperbaiki tampilan luar, tapi juga memandang gimana anatomi wajah bekerja, termasuk peran struktur di bawah kulit dalam membentuk kontur wajah.
Melalui konsep Facial Harmony 2.0, pendekatan nan sebelumnya banyak merujuk pada golden ratio alias keseimbangan struktur wajah sekarang dikembangkan lebih jauh. Fokusnya bergeser, dari sekadar mengejar proporsi ideal menjadi memperhatikan keseimbangan struktur hingga lapisan terdalam kulit, sehingga hasilnya tampak lebih natural dan memperkuat lebih lama.
“Membentuk wajah ideal memerlukan pemahamanakan anatomi serta pendekatan berbasis sains. Aesthetic approach inilah, nan menjadi dasarmetodologi Miracle, di mana tidak hanya berfokus pada permukaan kulit saja tetapi juga memperbaiki struktur di bawah kulit untuk hasil perawatan nan lebih komprehensif,” ujar dr. Dewita Kamaruddin, mahir estetika di Miracle Aesthetic Clinic.
Pendekatan ini juga menegaskan bahwa membentuk kontur wajah tidak bisa hanya mengandalkan perawatan luar. Struktur di bawah kulit menjadi fondasi utama nan menentukan corak wajah sekaligus memengaruhi tampilan secara keseluruhan.
Namun, tujuan dari konsep ini bukan untuk mengubah wajah menjadi standar tertentu, melainkan membantu menciptakan keseimbangan nan sesuai dengan karakter masing-masing individu.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·