Menlu Iran, Abbas Araghchi mempersoalkan serangan Israel ke Lebanon nan terjadi pada Rabu (8/4). Serangan besar-besaran itu dikabarkan menewaskan 200-an orang dan ratusan lainnya luka-luka.
Serangan ini terjadi sehari setelah Amerika Serikat (AS)-Iran menyepakati patokan gencatan senjata selama 2 pekan, nan dimediasi oleh PM Pakistan Shehbaz Sharif. PM Sharif juga menyebut, gencatan senjata ini semestinya juga bertindak untuk Lebanon.
"Dunia sekarang sedang memandang pembantaian di Lebanon. Bola nya sekarang ada di AS, apakah mereka bakal memenuhi komitmen?," kata Araghchi, lewat akun X nya, Kamis (9/4).
Selain itu, Araghchi juga menegaskan bahwa gencatan senjata semestinya mencakup agresi Israel ke Lebanon.
"Gencatan senjata AS-Iran syaratnya jelas, AS kudu memilih gencatan senjata alias meneruskan perang lewat Israel. Mereka tak bisa memilih keduanya," ucap Araghchi.
Araghchi juga menampilkan cuitan PM Sharif terutama pada poin penghentian serangan kepada sekutu-sekutu Iran dan gencatan senjata di Lebanon.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·