Mendag Sebut Negara di Timur Tengah Tertarik Bikin Perjanjian Dagang dengan RI

Sedang Trending 46 menit yang lalu
Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan keterangan pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan saat ini negara-negara di Timur Tengah mau membikin perjanjian jual beli dengan Indonesia. Ia menjelaskan minat dari negara-negara itu muncul usai Indonesia mempunyai Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Uni Emirat Arab (UEA).

“Dengan Timur Tengah juga sudah lama kita berunding. Nah caranya gimana agar Timur Tengah itu mudah? Nah makanya kita ambil dulu ya istilahnya itu kita pretelin satu gitu ya," kata Budi dalam Rakornas Kadin di Jakarta dikutip Kamis (30/4).

"UEA kita ajak kerja sama rupanya dia mau. Nah setelah membikin CEPA selesai dengan UAE, kemudian negara-negara Timur Tengah sekarang mulai aktif berkompromi dengan kita,” tambahnya.

Budi menuturkan untuk menjalin perjanjian jual beli dengan suatu area secara sekaligus memang susah. Sehungga, strategi nan digunakan Indonesia adalah membujuk satu per satu negara di area mengenai untuk menjalin perjanjian dagang.

“Nah memang membikin perjanjian jual beli dengan negara Timur Tengah itu tidak mudah. Jadi kita jika berkompromi dengan area itu memang tidak mudah. Termasuk dengan EU aja kita butuh 10 tahun,” ujar Budi.

Budi menjelaskan sudah ada lima perjanjian jual beli nan diselesaikan selain dengan UEA. Yakni EU-CEPA, Indonesia-Canada-CEPA, Eurasia-FTA, Indonesia-Peru-CEPA dan perjanjian jual beli dengan Tunisia. Namun untuk Tunisia, perihal itu tetap menunggu penandatanganan bersama.

Pengusaha Sebut Banyak Investor Asing Mau Masuk RI

Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah di Kantor Balaikota DKI Jakarta, Rabu (17/7). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Pengusaha memandang banyak penanammodal asing nan mau mengalihkan kantornya di Timur Tengah akibat perang. Ketua Umum Hippindo, Budihardjo Iduansjah, menyebut salah satu tujuannya adalah Indonesia.

“Jadi sekarang banyak sekali penanammodal asing datang ke Indonesia. Untuk melihat, untuk membawa uangnya. Karena sekarang kan Timur Tengah lagi kurang baik ya. Jadi banyak nan memindahkan kantornya, investasinya,” ujar Budihardjo usai Rakornas Kadin.

Untuk itu, Budihardjo menegaskan sektor upaya dalam negeri tak mau melewatkan kesempatan tersebut. Ia mencontohkan saat ini sudah ada penanammodal nan pindah dari Dubai ke beberapa negara seperti Singapura.

“Jadi Dubai itu banyak orang pindah instansi Ke Hong Kong, ke Singapura. Nah gimana Indonesia ini menarik mereka? Jadi menurut saya ini dengan adanya situasi perubahan ini ada peluang-peluang, jadi sekarang juga kita lihat,” kata Budihardjo.

video story embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan