Mendag Dorong Bulog Perluas Penyaluran MinyaKita ke Pasar Rakyat

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan keterangan pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong peningkatan porsi penyaluran MinyaKita. Langkah itu sekaligus merespons berita soal Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani nan telah mengusulkan penambahan kuota penyaluran imbas kelangkaan MinyaKita di pasaran.

Budi menjelaskan ketentuan dalam izin hanya mengatur pemisah minimal sebesar 35 persen. Ketentuan ini tertuang dalam Permendag Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat.

“Jadi di Permendag itu kan minimal 35 persen, nan mau 65 (persen) (atau) 70 (persen) itu nggak ada masalah, minimal berfaedah nggak ada maksimal,” kata Budi di sela-sela gelaran pameran industri tekstil dan produk tekstil Indo Intertex di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta Pusat, Kamis (17/4).

Budi mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Rizal dan Direktur ID Food Ghimoyo mengenai perihal tersebut. Budi siap memfasilitasi skema business to business (B2B) agar produsen dapat menyalurkan produk ke BUMN pangan.

Stok MinyaKita di wilayah Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (20/4). Foto: Ave Airiza/kumparan

Selain itu, Budi juga meminta agar pengedaran MinyaKita diperluas hingga ke pasar-pasar rakyat.

“Tadi saya juga telpon Pak Dirut. Supaya di pasar-pasar rakyat itu juga kudu diisi. Jadi sekarang Bulog saja sudah tinggi itu di atas 35 persen. Kita kan juga memberdayakan, banyak kan pemasok nan swasta juga jalan. Jadi semua jalan bareng,” jelas Budi.

Di sisi lain, Budi menegaskan pemerintah tetap berupaya menjaga Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita tetap Rp 15.700 per liter. Menurutnya, keberadaan MinyaKita memang ditujukan sebagai instrumen stabilisasi nilai di pasar.

“Sekarang kan tetap bisa. Memang itu kan fungsinya untuk menstabilkan harga. Biar nilai nan lain nggak naik,” tutur Budi.

video story embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan