Mendag Bantah Minyak Goreng Langka, Tapi Akui Harganya Naik

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Seorang penduduk membeli minyak goreng di pasar pangan rakyat murah di Pura Agung Giri Natha, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (23/3/2025). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membantah berita bahwa minyak goreng tengah mengalami kelangkaan di pasaran. Dia memastikan kesiapan minyak goreng di pasaran utamanya ritel modern.

Budi mengaku Kemendag telah mengecek kesiapan minyak goreng di ritel modern.

“Minyak goreng itu banyak. Coba cek, ya. Saya kemarin ke ritel modern, minyak goreng banyak. Jadi nggak ada namanya minyak goreng itu langka,” kata Budi di sela-sela gelaran Indo Intertex, di Jakarta International Expo (Jiexpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (16/4).

Meski demikian, dia mengakui terdapat kenaikan nilai pada sebagian produk minyak goreng. Kenaikan ini salah satunya dipicu oleh biaya kemasan.

“Ya, ada sedikit juga naik. Karena, kan, imbas dari, kan, mereka kemasannya plastik semua. Tapi nggak ada namanya kelangkaan,” imbuhnya.

Akui MinyaKita Terbatas

Budi menilai persepsi kelangkaan minyak goreng muncul lantaran masyarakat lebih konsentrasi pada produk MinyaKita, nan merupakan minyak goreng program domestic market obligation (DMO). Pasokan MinyaKita sendiri memang terbatas lantaran berasal dari tanggungjawab ekspor produsen.

“Jadi nggak ada namanya minyak goreng itu langka. Karena orang memandang bukan minyak gorengnya nan dilihat itu minyakita. MinyaKita itu, kan, minyak DMO. Minyak DMO dari ekspor itu jumlahnya terbatas,” tutupnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan