Libur Songkran di Thailand Berujung Duka, 154 Orang Meninggal Dunia Dalam 4 Hari

Sedang Trending 5 hari yang lalu
Festival Songkran Foto: Shutter Stock

Perayaan Festival Songkran tahun ini kembali diwarnai tingginya nomor kecelakaan lampau lintas di Thailand. Dalam empat hari pertama periode nan dikenal sebagai "tujuh hari berbahaya", tercatat 154 orang meninggal bumi dan 705 lainnya mengalami luka-luka.

Menurut info otoritas nan dirilis pada Selasa (15/4), Ibu Kota Bangkok mencatat jumlah korban jiwa tertinggi dibanding wilayah lainnya. Secara total, terjadi 755 kecelakaan selama periode tersebut.

Meski jumlah kecelakaan turun nyaris 25 persen dibanding tahun lampau nan mencapai 1.002 kasus, nomor kematian justru mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat fatalitas kecelakaan tetap menjadi persoalan serius di tengah mobilitas tinggi selama liburan.

Para visitor berperan-serta dalam perang air massal pada malam Songkran, alias Tahun Baru Thailand, di Jalan Silom di Bangkok pada 12 April 2026. Foto: Lillian Suwanrumpha / AFP

Kepala Pusat Keselamatan Jalan, Yossapol Wenukoset, mengungkapkan bahwa dalam satu hari saja, ialah Senin (13/4), terjadi 237 kecelakaan di seluruh negeri.

"Dalam satu hari, kami mencatat 237 kecelakaan nan menyebabkan 51 orang meninggal dan 224 lainnya terluka," ujarnya, seperti dikutip dari Bangkok Post.

Pemerintah Thailand sendiri tengah menjalankan kampanye keselamatan berjudul "Berkendara Aman, Kurangi Kecepatan, Cegah Kecelakaan" nan berjalan dari 10 hingga 16 April. Kampanye ini bermaksud menekan nomor kecelakaan selama puncak arus perjalanan Songkran.

Dari hasil pertimbangan sementara, aspek utama penyebab kecelakaan tetap didominasi oleh kecepatan tinggi.

"Penyebab terbesar kecelakaan adalah ngebut, mencapai lebih dari 40 persen, disusul oleh mengemudi dalam kondisi mabuk," jelas Yossapol.

Penduduk lokal dan visitor bermain air saat merayakan hari raya Songkran nan menandai Tahun Baru Thailand di Bangkok, Thailand (13/4/2024) Foto: Chalinee Thirasupa/REUTERS

Selain itu, sepeda motor menjadi jenis kendaraan nan paling sering terlibat kecelakaan, dengan porsi lebih dari 70 persen dari total insiden. Sebagian besar kecelakaan terjadi di jalan lurus, khususnya di jalan desa dan wilayah administratif lokal.

Waktu paling rawan kecelakaan tercatat pada sore hari, antara pukul 15.00 hingga 18.00 waktu setempat, saat aktivitas masyarakat sedang tinggi. Kelompok usia 20-39 tahun menjadi korban terbanyak, baik untuk luka-luka maupun kematian.

Di tingkat wilayah, Provinsi Lampang mencatat jumlah kecelakaan dan korban luka tertinggi, sementara Bangkok menjadi wilayah dengan nomor kematian paling banyak. Meski demikian, terdapat 22 provinsi nan sukses mencatat nol korban jiwa selama periode ini.

Direktur Jenderal Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana, Thiraphat Khatchamart, mengatakan bahwa arus lampau lintas tetap padat, lantaran sebagian masyarakat tetap berjalan untuk merayakan Songkran, sementara lainnya mulai kembali bekerja lebih awal.

"Kami memandang pergerakan kendaraan tetap tinggi, baik untuk perjalanan liburan maupun arus balik," tutur Khatchamart.

Pihak berkuasa pun telah menginstruksikan beragam lembaga mengenai untuk mengatur lampau lintas sesuai kondisi di lapangan, terutama di jalur-jalur utama nan sedang dalam perbaikan. Pos pemeriksaan dan jasa juga diperbanyak untuk mencegah kecelakaan akibat kelelahan dan tabrakan beruntun.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan