Komisi VII minta rencana KEK Kura Kura jadi pusat finansial dikaji dulu.
, DENPASAR, – Komisi VII DPR RI meminta pemerintah pusat untuk mengkaji lebih dalam rencana menjadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali sebagai pusat finansial unik alias International Financial Centre. Permintaan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty saat kunjungan kerja di Denpasar pada Senin.
Evita menekankan perlunya kajian mendalam mengenai faedah dari rencana tersebut, dengan konsentrasi pada kepentingan sosial masyarakat. Menurutnya, PT BTID selaku pengelola area semestinya menetapkan konsentrasi pembangunan di area ini, nan sebelumnya dikenal sebagai pusat ekonomi imajinatif dan pendidikan.
Perubahan besar bakal terjadi jika KEK Kura Kura Bali beralih menjadi pusat finansial khusus, terutama ketika dibandingkan dengan Dubai International Financial Centre. Evita mengingatkan bahwa Bali mempunyai karakter unik tersendiri dalam pengembangannya.
Kajian dan Manfaat Sosial
Evita menambahkan bahwa saat ini prioritas Bali adalah memperbaiki prasarana pariwisata dan meningkatkan jumlah wisatawan. Oleh lantaran itu, kajian mendalam diperlukan untuk memastikan skema dan faedah pusat finansial bagi masyarakat lokal.
Pada kesempatan nan sama, Ketua rombongan Komisi VII DPR RI menyatakan bahwa meskipun narasi mengenai pembentukan International Financial Centre sudah tersebar, info resmi dari pemerintah pusat belum diterima.
Di sisi lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Bali Dewa Made Indra menyebut bahwa pemerintah provinsi bakal mendukung rencana tersebut jika membawa akibat ekonomi positif bagi masyarakat lokal, seperti investasi dan pembuatan lapangan kerja.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·