Kodam III/Siliwangi menggelar program Siliwangi Santri Camp nan diikuti sekitar 1.000 santri dari beragam wilayah di Provinsi Jawa Barat dan Banten. Kegiatan ini berjalan selama tiga hari, mulai Jumat (17/4) hingga Minggu (19/4) di Rindam III/Siliwangi.
Panglima Kodam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, menyebut aktivitas ini merupakan inisiatif perdana nan menyasar kalangan santri, berbeda dari program serupa nan selama ini lebih banyak diikuti pelajar SMA dan SMK.
“Jawa Barat dan Banten ini adalah aktivitas pertama nan mungkin dilakukan dari Kodam. Biasanya santri camp itu untuk SMA dan SMK, hari ini kita gagas dari para santri,” ujarnya usai upacara pembukaan.
Ia menjelaskan, tujuan utama aktivitas ini tidak hanya memperkuat aspek spiritual, tetapi juga menanamkan wawasan kebangsaan dan semangat bela negara kepada para santri, apalagi mempersiapkan mereka jika suatu saat dipanggil negara dalam program Komponen Cadangan (Komcad).
“Tujuannya agar mereka bukan hanya kuat secara spiritual, tapi juga mempunyai wawasan kebangsaan, sehingga siap menjadi kader bangsa dan memihak negaranya. Sehingga mereka siap untuk menjadi kader-kader bangsa sebagai Komcad, Komponen Cadangan ya, kita siapkan mereka agar mereka juga siap memihak bangsanya," kata Kosasih.
Program ini melibatkan sekitar 1.000 santri dan diselenggarakan melalui kerja sama antara Kodam III/Siliwangi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Lemhannas.
Meski diadakan oleh militer, Kosasih tak serta-merta mengarahkan para santri ini masuk TNI.
“Itu tergantung mereka. Kalau mau menjadi personil TNI, kita terbuka. Saya juga dulu dari santri, bisa juga jadi jenderal,” ujarnya.
Yang jelas, aktivitas ini bermaksud untuk menanamkan semangat bela negara serta membuka wawasan bahwa pesantren bukan jadi penghalang bagi santri untuk berasosiasi ke militer.
“Selama ini ada dugaan santri susah jadi tentara, tapi buktinya bisa. Harapannya mereka punya semangat bela negara dan mental pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan menyambut baik penyelenggaraan aktivitas tersebut dan berambisi dapat bersambung di masa mendatang. Ia menilai program ini krusial mengingat jumlah santri di Jawa Barat nan sangat besar.
“Ini nan pertama dan saya berambisi bisa terus berkelanjutan. Santri di Jawa Barat ini jutaan, dan seribu peserta hari ini bisa menjadi contoh bagi nan lain,” ujarnya.
Menurutnya, selain memperdalam pengetahuan agama, para santri juga perlu memperkuat rasa cinta tanah air. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata dia, siap mendukung program nan mendorong pemahaman kebangsaan tersebut.
“Dengan pengetahuan tentang kebangsaan dan ketentaraan, bukan tidak mungkin mereka juga bisa masuk TNI,” katanya.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·