
Real Madrid tanpa trofi di musim 2025-2026. (Foto: Instagram/realmadrid)
MUNICH – Ruang tukar Real Madrid di Allianz Arena menjadi saksi bisu runtuhnya martabat sang raja Eropa. Setelah disingkirkan Bayern Munich dengan agregat skor 6-4, Presiden Madrid, Florentino Perez dilaporkan turun langsung menemui para pemain.
Kehadirannya bukan untuk sekadar menghibur, melainkan memberikan penilaian nan sangat tajam dan dingin atas hancurnya perjalanan Madrid di musim 2025-2026. Pasalnya kekalahan dari Bayern ini memastikan Los Blancos bakal menyudahi musim tanpa gelar untuk kedua kalinya secara beruntun.
Tentu kebenaran dua musim beruntun tanpa gelar juara merupakan sebuah anomali nan sangat menyakitkan bagi klub dengan standar setinggi Madrid, apalagi Barcelona sekarang kukuh di puncak La Liga dengan kelebihan sembilan poin.
1. Peringatan Keras sang Presiden
Usai tersingkir dari Liga Champions 2025-2026, Perez membuka pembicaraannya dengan nada tegas. Meski mengakui perjuangan para pemain di malam itu, dia langsung menusuk ke inti masalah, kegagalan kolektif tim sepanjang musim di kejuaraan domestik maupun Eropa.
“Saya menghargai upaya kalian hari ini, tetapi musim ini betul-betul mengecewakan bagi semua orang,” ujar Perez dikutip dari Give Me Sport, Selasa (21/4/2026).
Bayern Munich vs Real Madrid di Liga Champions 2025-2026 (Foto: Real Madrid)
Perez mengingatkan bermain untuk Real Madrid bukan sekadar soal perjanjian besar, melainkan soal memikul beban ekspektasi nan masif.
“Kalian tahu tuntutan menjadi pemain Real Madrid. Satu musim tanpa gelar adalah kegagalan lantaran kita adalah Real Madrid, tetapi dua musim tanpa memenangkan gelar adalah perihal nan tidak tertahankan," tambahnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·