Kepala Bakom Ingatkan Pentingnya Hati-hati Sikapi Konten di Medsos

Sedang Trending 50 menit yang lalu
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari bersiap memberikan keterangan pers mengenai pembaruan PHTC, peningkatan kualitas RSUD, serta penguatan perlindungan pekerja dan kepastian norma ketenagakerjaan di Auditorium Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (29/4/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengingatkan siapa saja, termasuk tokoh publik, dapat terpengaruh oleh info nan tidak terverifikasi. Karenanya, dia menekankan, kehati-hatian dalam menyikapi konten media sosial menjadi semakin krusial di era digital saat ini.

Hal ini disampaikan Qodari menyikapi pernyataan Amien Rais mengenai Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya nan dinilai berbasis hoaks. Ia menganggap tudingan tersebut merujuk pada video di media sosial nan tidak terverifikasi dan berkarakter manipulatif.

"Kalau saya prihatin ya, setelah memandang video Pak Amien Rais itu, prihatinnya itu adalah Pak Amien Rais sebagai tokoh, sebagai akademisi, sebagai guru besar doktor, telah menjadi korban dari hoaks," kata Qodari dalam keterangannya, Sabtu (2/5).

Menurut Qodari, tudingan terhadap Teddy muncul dari interpretasi keliru atas sebuah konten video di media sosial nan berisi lagu berjudul "Aku Bukan Teddy" nan disalahartikan oleh Amien Rais sebagai pernyataan autentik.

"Karena dasar penilaian alias tudingan bahwa Pak Seskab, Pak Teddy adalah gay, itu adalah sebuah akun nan di dalamnya berisi lagu berjudul Aku Bukan Teddy, nan dianggap oleh Pak Amien Rais bahwa nan menyanyi itu adalah Ibu Titiek (Soeharto)," lanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa video tersebut tidak dapat dijadikan rujukan lantaran tidak autentik. Penyanyi dalam video itu bukan Titiek Soeharto, sementara gambar nan ditampilkan hanyalah kolase dari beragam sumber nan tidak berangkaian langsung dengan isi lagu.

Lebih lanjut, dia menyebut kasus ini sebagai contoh nyata ancaman hoaks di era media sosial, termasuk nan memanfaatkan teknologi kepintaran buatan, sehingga dapat menyesatkan siapa pun.

"Jadi ini contoh dari ancaman hoaks dalam medsos, ancaman dari AI, gimana seorang tokoh sepintar, sesenior seperti Pak Amien Rais itu bisa menjadi korban hoaks. Jadi statement dari Pak Amien Rais tentang Pak Teddy itu adalah dasarnya hoaks," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan