Banyak pasangan sudah merencanakan untuk menggunakan kontrasepsi setelah mempunyai anak dengan beragam alasan, misalnya mau konsentrasi membesarkan anak, aspek ekonomi, dan kesiapan bentuk hingga mental. Namun, pada kenyataannya, tetap ada nan mengalami kehamilan nan tidak direncanakan.
Kondisi ini rupanya cukup sering terjadi meskipun beragam metode kontrasepsi sudah tersedia dan diketahui oleh masyarakat.
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Andrew Yurius Christian, SpOG, mengungkapkan, tidak sedikit ibu nan mendapati hasil test packnya positif hanya beberapa bulan setelah melahirkan. Apa nan membikin 'kebobolan' sangat mungkin terjadi?
Edukasi KB Sudah Diberikan, tapi Masih Sering Diabaikan
dr. Andrew menjelaskan, edukasi mengenai KB umum disosialisasikan setelah ibu menjalani proses persalinan. Dalam setiap kesempatan, pasien diajak berbincang selama kurang lebih 15 hingga 30 menit untuk memahami beragam pilihan kontrasepsi nan tersedia, mulai dari metode jangka panjang hingga metode sementara.
“Misalnya untuk tahu pilihannya apa saja nan bisa jadi pegangan buat bapak ibu agar jangan belum waktunya sudah punya anak, terus mengandung lagi. Karena punya anak, ngurus anak itu stres,” tegas dr. Andrew saat live TikTok berbareng kumparanMOM, Kamis (9/4).
Namun, dalam praktiknya, banyak pasangan nan tidak langsung penggunaan KB. Alasan nan sering muncul adalah mau menunda selama beberapa bulan lantaran merasa tetap bisa mengontrol berasosiasi seksual setelah melahirkan. Tapi, tanpa disadari, masa penundaan ini justru menjadi celah terjadinya kehamilan.
Kesalahan Penggunaan Kontrasepsi Jadi Penyebab Umum Kebobolan
Selain itu, ada penyebab lain nan menyebabkan kontrasepsi tidak bekerja efektif. Misalnya, penggunaan kondom nan tidak sesuai aturan. Dalam beberapa kasus, kondom baru digunakan menjelang ejakulasi, padahal semestinya digunakan sejak awal hubungan seksual. Hal ini sangat bisa mengurangi efektivitasnya sebagai perangkat kontrasepsi.
Untuk mencegah kehamilan nan tidak direncanakan, krusial bagi pasangan untuk segera menggunakan KB setelah melahirkan, meskipun hanya berkarakter sementara. Pilihannya bisa beragam, seperti IUD, kontrasepsi hormonal, maupun kondom, dan bisa disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
“Makanya untuk menghindari, jangan lupa KB sementaranya dulu, ialah misalnya pakai IUD, kontrasepsi hormonal, alias kontrasepsi kondom,” ucapnya.
Yang tidak kalah penting, setiap metode kontrasepsi kudu digunakan dengan langkah nan betul agar dapat bekerja secara maksimal. Dengan perencanaan nan matang dan penggunaan nan tepat, akibat kebobolan dapat diminimalkan, Moms.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·