Kemlu: Israel Terus Serang Lebanon, 934 WNI Aman

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Plt. Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, memberikan keterangan pers di Kemlu RI, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Foto: Firda Brillianti/kumparan

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengakui bahwa tetap ada laporan serangan Israel terhadap Lebanon. Tapi, 934 Warga Negara Indonesia (WNI) nan kebanyakan berada di Beirut dinyatakan aman.

Hal itu disampaikan Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, dalam press briefing di instansi Kemlu RI, Kamis (16/4).

Heni mengungkapkan pihaknya terus memantau perkembangan di lapangan secara ketat demi menjamin keselamatan para WNI.

"Memang Israel terus menyerang Lebanon dan tentunya KBRI kita di Lebanon terus memantau keberadaan WNI kita," ujarnya.

Ia merinci jumlah WNI di Lebanon kebanyakan merupakan prajurit pasukan penjaga perdamaian UNIFIL.

"Jumlah WNI kita di Lebanon 934 orang, 756 di antaranya adalah TNI nan di UNIFIL. Jadi nan sipil ini ada 178 orang, terdiri dari pelajar, PMI, dan WNI nan menikah dengan penduduk setempat," ujar Heni.

Heni menyebut pihaknya terus berkomunikasi dengan Kedutaan Besar RI (KBRI) Beirut dan memastikan keamanan mereka.

"Sampai saat ini dapat dikonfirmasikan bahwa seluruh WNI nan berada di Lebanon dalam keadaan aman," katanya.

Heni juga menyatakan bahwa Kemlu siap untuk mengevakuasi WNI dari Lebanon menyusul meningkatnya intensitas serangan Israel di wilayah tersebut.

Selain menyiapkan rencana kontingensi, pemerintah Indonesia juga menuntut pertanggungjawaban atas serangan nan menewaskan dan melukai prajurit TNI personil UNIFIL.

Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menambahkan Indonesia meminta investigasi menyeluruh usai menerima laporan awal dari PBB mengenai gugurnya tiga TNI di Lebanon.

"Posisi Indonesia tidak berubah, intinya kita memang meminta, menuntut agar investigasi ini dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh, dan tentunya memastikan agar semua pihak nan ada, nan terlibat, itu untuk bertanggung jawab," tegas Nabyl.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl Achmad Mulachela (kiri) menyampaikan keterangan pers di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Dalam kesempatan nan sama, Nabyl menyatakan pemerintah Indonesia menuntut adanya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

"Kami meminta agar mencegah kejadian serupa tidak terulang di masa nan bakal datang. Komitmen kita tetap tidak berubah dalam misi perdamaian dan berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan keamanan," tegasnya.

Ia menekankan komitmen Indonesia dalam misi perdamaian bumi tetap teguh, namun perlindungan terhadap personel di lapangan adalah prioritas utama.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan