Kemendagri Gelar Bimtek Strategi Komunikasi, Perkuat Sinergi Pusat-Daerah

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Kemendagri gelar Bimtek Penyusunan Strategi Komunikasi Dalam Negeri pada 7-10 April 2026 di Gedung BPSDM Kemendagri, Jakarta. Foto: Dok. Kemendagri

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperkuat sinkronisasi komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Strategi Komunikasi Pemerintahan Dalam Negeri nan berjalan pada 7 hingga 10 April 2026. Kegiatan ini digelar di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Kemendagri, Kalibata, Jakarta Selatan.

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Tomsi Tohir nan dibacakan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benni Irwan menyampaikan, penguatan sinkronisasi komunikasi krusial untuk menjaga konsistensi penyampaian kebijakan di tengah dinamika arus info nan semakin cepat. Ia menekankan perlunya keselarasan narasi antara pemerintah pusat dan wilayah agar tidak menimbulkan perbedaan persepsi di tengah masyarakat.

"Pemerintah pusat dan wilayah tidak melangkah sendiri-sendiri, tetapi bergerak berbareng dalam satu narasi, satu arah, dan satu tujuan," ujarnya dalam pembukaan aktivitas pada Selasa (7/4/2026).

Benni menegaskan, di tengah penyebaran info nan berjalan cepat, komunikasi menjadi aspek penentu keberhasilan kebijakan. Karena itu, pemerintah dituntut tidak hanya responsif, tetapi juga bisa menyampaikan pesan secara tepat, terstruktur, dan sesuai dengan kondisi sosial masyarakat.

Lebih lanjut, dia menyampaikan penguatan komunikasi pemerintah merupakan bagian dari kegunaan pembinaan dan pengawasan Kemendagri terhadap pemerintah wilayah (Pemda). Peran pranata humas dinilai strategis dalam menjembatani kebijakan dengan pemahaman publik, termasuk menerjemahkan bahasa teknokratis menjadi narasi nan mudah dipahami.

Melalui Bimtek ini, Kemendagri mendorong peningkatan kapabilitas aparatur Pemda dalam menyusun strategi komunikasi nan terencana, berbasis data, dan kontekstual, sekaligus membangun ekosistem komunikasi pemerintahan nan terintegrasi.

"Keberhasilan komunikasi pemerintah tidak diukur dari seberapa banyak info nan kita sampaikan, tetapi dari seberapa jauh masyarakat memahami, mempercayai, dan merasakan faedah dari kebijakan nan kita jalankan," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan