Siapa sangka, setahun setelah tayang di bioskop, JUMBO masih punya tempat spesial di hati anak-anak Indonesia.
Karakter Don dan teman-temannya sekarang kembali datang lewat beragam aktivitas seru nan digelar di Trans Studio Cibubur dan Taman Safari Indonesia (TSI) Prigen. Kehadiran ini sekaligus jadi bukti bahwa JUMBO bukan hanya sukses sebagai film, tapi juga terus berkembang sebagai intellectual property (IP) lokal nan hidup dan dekat dengan family Indonesia.
Visinema Studios tampaknya punya strategi unik agar karakter-karakter di dalam JUMBO tetap relevan apalagi setelah filmnya selesai tayang di layar lebar.
Menurut Group President & CEO Visinema Studios, Herry Salim, saat ini pihaknya konsentrasi membangun local evergreen IP, ialah IP nan bisa tetap terkenal dan dicintai dalam jangka waktu panjang.
“Ketika menciptakan IP nan evergreen, kita kudu memikirkan nilai dasarnya. Cerita tersebut perlu mempunyai nilai-nilai nan universal agar dapat diterima masyarakat dari seluruh kalangan,” ujar Herry dalam keterangan resmi nan diterima kumparan, Sabtu (18/4).
Salah satu langkah nan dilakukan adalah menghadirkan pengalaman offline nan membikin anak-anak bisa berinteraksi langsung dengan bumi JUMBO.
Lewat kerjasama berjudul Serba Serbi Kampung Seruni, Trans Studio Cibubur disulap menjadi ruang bermain nan penuh nuansa hangat unik kampung.
Program ini sukses menarik ribuan pengunjung, terutama family nan datang berbareng anak-anak mereka.
Keseruan semakin terasa lewat audisi menyanyi dan menari bertema Kampung Seruni Mencari Juara.
Dari 68 peserta nan mendaftar, 35 grand finalis terpilih untuk tampil di panggung utama pada aktivitas puncak. Momen ini makin spesial dengan penampilan Prince Poetiray dan Quinn Salman nan ikut meramaikan suasana berbareng para finalis.
Bukan hanya di Cibubur, Don juga datang di Taman Safari Indonesia Prigen lewat program Mudik ke Kampung Seruni.
Di sana, family bisa menikmati hiasan penuh warna ala Kampung Seruni di Zona Australiana, komplit dengan beragam komponen visual nan membawa suasana movie terasa lebih nyata.
Kehadiran JUMBO di dua letak ini memperlihatkan gimana Visinema membangun ekosistem intermezo nan lebih luas.
Anak-anak tidak hanya menonton film, tetapi juga bisa bernyanyi, menari, bermain, hingga berpotret berbareng elemen-elemen unik bumi Don.
Inilah nan membikin JUMBO terasa terus “hidup” di keseharian mereka.
Salah satu pengunjung, Yuda, mengaku anak-anaknya sudah menonton JUMBO lebih dari lima kali di bioskop, apalagi terus menontonnya di rumah.
Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa JUMBO sudah berkembang menjadi karakter nan punya kedekatan emosional dengan family Indonesia.
Buat Visinema, JUMBO bukan lagi sekadar movie sukses. JUMBO sekarang tumbuh menjadi IP lokal nan terus menemani masa mini anak-anak Indonesia.
8 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·