Iran mengumumkan membuka Selat Hormuz. Pembukaan Selat ini hanya bertindak selama gencatan senjata Israel-Lebanon.
Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi.
"Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata, pada rute terkoordinasi seperti nan telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran," kata Abbas dikutip dari Reuters, Jumat (17/4).
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di bumi nan menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Selat ini menjadi pintu keluar utama ekspor minyak dari negara-negara produsen daya di Timur Tengah seperti Iran, Arab Saudi, Irak, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.
Setiap harinya, sekitar seperlima pasokan minyak bumi melintasi selat ini, sehingga setiap gangguan di area tersebut berpotensi langsung memengaruhi nilai daya global.
Karena posisinya nan krusial, Selat Hormuz kerap menjadi titik ketegangan geopolitik, terutama dalam bentrok nan melibatkan Iran dan negara-negara Barat.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Lewat media sosialnya, Trump bilang gencatan senjata bakal dimulai pada Kamis (16/4) pukul 17.00 EST alias Jumat (17/4) pukul 04.00 WIB.
Trump memastikan kesepakatan itu tidak hanya dengan pemerintah Lebanon, tapi juga golongan Hizbullah nan merupakan pendukung Iran.
"Hari ini mereka bakal melakukan gencatan senjata, dan itu bakal mencakup Hizbullah," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·