Iran Buka Penuh Selat Hormuz, Blokade AS Masih Membayangi

Sedang Trending 15 jam yang lalu

Jakarta -

Pemerintah Iran membuka kembali jalur pelayaran daya paling vital di dunia, Selat Hormuz untuk dapat dilintasi kapal-kapal komersial. Keputusan ini diambil seiring berlakunya gencatan senjata antara Israel dan Lebanon hingga sepuluh hari ke depan.

"Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata," kata Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi dikutip dari CNBC, Sabtu (18/4/2026).

Araghchi menegaskan jalur pelayaran vital tersebut sekarang dapat dilalui secara normal, meski dengan sejumlah ketentuan teknis, salah satunya kapal-kapal kudu melintas melalui rute terkoordinasi unik nan diumumkan oleh otoritas maritim Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum jelas apakah Iran bakal memaksa kapal-kapal untuk bayar biaya 'tol' agar bisa melewati selat tersebut, seperti nan sudah dilakukan sebelumnya. Namun, perihal ini setidaknya berakibat positif terhadap kondisi daya global.

AS Masih Blokade Pelabuhan-pelabuhan di Iran

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Iran lantaran telah membuka Selat Hormuz melalui unggahan di media sosial. Hal ini diungkapkan kembali oleh Trump dalam pidatonya di aktivitas Turning Point USA di Phoenix, Jumat (17/4) waktu setempat.

Namun, Trump menegaskan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran tetap berlaku. Rencananya pemblokiran ini terus dilakukan sampai pemerintah AS mencapai kesepakatan dengan Iran.

"Iran baru saja mengumumkan bahwa Selat Hormuz sepenuhnya terbuka dan siap untuk upaya dan lampau lintas penuh, meskipun blokade AS tetap bertindak penuh," jelas Trump.

(igo/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance