Iran Ancam Tutup Lagi Selat Hormuz, Trump Diminta Lakukan Ini

Sedang Trending 6 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran baru saja mengumumkan telah sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz untuk kapal-kapal komersial.

Namun, ketidakpastian tetap membayangi kapal-kapal untuk melintasi jalur air tersebut. Pasalnya, Teheran mempertahankan kendali atas siapa nan dapat melewatinya. 

Bahkan, Iran tetap mengemukakan ancaman untuk menutup kembali Selat Hormuz jika Amerika Serikat (AS) tetap memberlakukan blokade terhadap kapal dan pelabuhan Iran.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menegaskan blokade terhadap kapal dan pelabuhan Iran bakal tetap bertindak sampai Teheran mencapai kesepakatan dengan Washington, termasuk soal program nuklirnya.

Saat ditanya oleh wartawan mengenai kemungkinan tidak adanya kesepakatan ketika gencatan senjata berhujung pekan depan, Trump menjawab belum mengetahui langkah selanjutnya. Namun, dirinya memberi sinyal opsi tekanan militer tetap terbuka.

"Saya tidak tahu. ... Tapi mungkin saya tidak bakal memperpanjangnya [gencatan senjata], jadi bakal ada blokade dan sayangnya kita kudu mulai menjatuhkan peledak lagi," ujar Trump dikutip dari APNews Sabtu (18/4/2026).

Trump sebelumnya merayakan pengumuman Iran, dengan mem-posting di media sosial bahwa selat itu "sepenuhnya terbuka dan siap untuk dilalui sepenuhnya." Tetapi beberapa menit kemudian, dia mengeluarkan postingan lain nan mengatakan blokade Angkatan Laut AS bakal bersambung "HINGGA TRANSAKSI KITA DENGAN IRAN SELESAI 100%," tulis Trump.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memposting di X bahwa kapal bakal menggunakan rute nan ditentukan oleh Republik Islam dalam koordinasi dengan otoritas Iran, menunjukkan bahwa Iran berencana untuk mempertahankan beberapa tingkat kendali atas selat tersebut. Tidak jelas apakah kapal kudu bayar pungutan.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf apalagi memperingatkan bahwa Selat Hormuz tidak bakal tetap terbuka jika blokade AS terus berlanjut. Pernyataan ini memperkuat ancaman Iran untuk kembali menutup jalur tersebut sewaktu-waktu.

Situasi ini memunculkan tekanan agar Trump segera melanjutkan negosiasi dengan Iran dan mencabut blokade sebagai jalan keluar utama.

Sejumlah mediator area disebut tengah mendorong kompromi atas tiga rumor utama, ialah program nuklir Iran, status Selat Hormuz, dan kompensasi kerusakan akibat perang.

Di sisi lain, Trump mengatakan pembicaraan baru bisa segera terjadi. Trump memberlakukan blokade sebagai bagian dari upayanya untuk memaksa Iran membuka selat dan menerima gencatan senjata nan dimediasi Pakistan untuk mengakhiri nyaris tujuh minggu perang nan berkecamuk antara Israel, AS, dan Iran.

Keputusan presiden untuk melanjutkan blokade meskipun ada pengumuman Iran tampaknya bermaksud untuk mempertahankan tekanan pada Teheran lantaran nasib gencatan senjata dua minggu nan dicapai pekan lampau tetap belum pasti.

Pembicaraan langsung antara AS dan Iran akhir pekan lampau tidak menghasilkan kesimpulan, lantaran kedua negara tidak dapat menyepakati program nuklir Iran dan poin-poin lainnya.

Trump mengisyaratkan putaran kedua pembicaraan dapat terjadi akhir pekan ini.

"Pihak Iran mau bertemu," katanya dalam wawancara telepon singkat dengan media buletin Axios. "Mereka mau membikin kesepakatan. Saya pikir pertemuan mungkin bakal berjalan akhir pekan ini."

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News