Indonesia Sudah Ekspor 1.000 Unit Bus Buatan Karoseri Lokal ke Berbagai Negara

Sedang Trending 5 hari yang lalu
Konferensi pers Busworld Southeast Asia 2026 di Jakarta, Rabu (15/4/2026). Foto: Sena Pratama/kumparan

Ketua Umum Askarindo (Asosiasi Karoseri Indonesia), Jimmy Tenacious mengatakan aktivitas ekspor bus dalam corak jadi alias completely built up (CBU) hasil karya karoseri lokal jumlahnya telah mencapai ribuan unit.

"Mengenai seberapa banyak untuk detailnya memang tidak diungkap berapa info komplitnya. Tetapi memang sudah ada 1.000 unit, tetapi itu bukan akumulasi hanya dari tahun lampau saja," kata Jimmy di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Jimmy menambahkan, capaian tersebut membuktikan kekuatan industri otomotif nasional, utamanya sektor body builder seperti bus dan sejenisnya di kancah internasional. Ada pun negara tujuan nan telah dijajaki terbilang cukup banyak.

"Tapi tadi disebutkan ya ada ke Fiji sampai Timur Tengah seperti Arab Saudi," paparnya.

Direktur Utama DCVMI, Shravana T. Kumar berbareng bus Mercedes-Benz OH 1626 L Euro 5 dengan bodi dari karoseri Laksana nan diekspor ke Thailand, Kamis (15/1/2026) Foto: dok. DCVI

Terbaru, karoseri asal Ungaran, Jawa Tengah seperti Laksana tengah mengkaji ekspansi pasar ekspor ke Arab Saudi. Pabrikan memandang aktivitas transportasi dan mobilitas jemaah ibadah Haji dan Umrah asal Indonesia dan negara lain nan sangat tinggi.

“Ya, kita tetap berupaya menjajaki sih (pasar Arab Saudi). Tapi memang Arab Saudi ini kebutuhan busnya luar biasa besarnya,” ungkap Technical Director Laksana, Stefan Arman ditemui di Jawa Tengah, Selasa (15/7/2025).

Soal memperluas pasar mancanegara, prosesnya tidak mudah. Pemenuhan izin tiap negara nan berbeda-beda menjadi tantangan tersendiri bagi produsen, khususnya mengenai keselamatan. Meliputi spesifikasi unik seperti posisi pintu dan uji keselamatan nan dilalui.

Saat ini Laksana sedang membangun Innovation Center untuk bekerja-sama dengan beragam pihak. Tentunya agar bisa melakukan uji keselamatan nan lebih perincian dan spesifik, serta memenuhi standar internasional.

Model berada di depan bus produksi karoseri CV Laksana saat pelepasan ekspor perdana di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (21/3/2019). Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

“Innovation Center jadi salah satu corak komitmen kita untuk punya proses pengembangan produk nan makin inovatif lagi ke depannya. Kita butuh wadah di mana engineer kami bisa bekerja-sama dengan engineer-engineer dari partner kami,” terang Stefan.

Hingga saat ini, Laksana telah merambah pasar internasional di beberapa negara, meliputi Kepulauan Fiji, Bangladesh, Timor Leste, Thailand, dan Laos. Adapun total unit ekspor ke lima negara tersebut sebanyak 200 unit bus utuh.

Lima karoseri besar bakal ramaikan Busworld 2026 pada Mei mendatang

Pameran unik bus Busworld Southeast Asia 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 15-17 Mei 2024. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Sementara itu, Laksana bakal menjadi salah satu dari lima karoseri besar di Indonesia nan bakal ikut penyelenggaraan pameran bus terbesar di ASEAN ialah Busworld Southeast Asia (BSA) 2026 pada 20-22 Mei mendatang di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Pabrikan berbareng dengan Adiputro, New Armada, Tentrem, dan nan baru berasosiasi ialah karoseri Piala Mas. Baik Lee selaku Direktur PT GEM Indonesia sebagai penyelenggara mengatakan gelaran BSA menjadi arena kebolehan karoseri lokal di panggung dunia.

"Pameran ini menjadi arena industri karoseri memamerkan karya terbaik dan terbaru mereka. Tenaga kerja nan diserap indstri karoseri bus juga sangat tinggi, nan mana tentu saja ini sangat positif. Akhirnya kita bisa bersaing dengan industri luar negeri," katanya.

Helatan ini bakal diramaikan lebih dari 1.500 peserta dan berpotensi menarik lebih dari 60 ribu visitor ahli dari lebih dari 40 negara berbeda. Membuatnya sebagai pameran otobus terbesar di area Asia Tenggara.

Selain bus, nantinya BSA bakal bersanding dengan pameran lainnya ialah EV & Charging Indonesia 2026 nan menyuguhkan perkembangan kendaraan listrik, termasuk prasarana SPKLU dan teknologi baterai.

“Acara ini diharapkan bisa mendorong percepatan menuju mobilitas nan lebih bersih dan berkelanjutan,” tandas Baki Lee.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan