Penyanyi dangdut senior Ikke Nurjanah mengungkap pandangan mengenai kejadian "Hipdut" alias perpaduan musik Hip-hop dan dangdut nan sekarang tengah digandrungi generasi muda.
Ikke mengaku sangat menghargai produktivitas para musisi muda nan berani mengeksplorasi aliran dangdut dengan sentuhan modern. Bagi pelantun lagu Terlena ini, perubahan dalam industri musik adalah perihal nan wajar dan tidak bisa dihindari.
"Ya kita nggak bisa membendung produktivitas dan kita tidak bisa membilang bahwa apa nan dilakukan sama anak muda sekarang dan tren itu sekarang itu adalah menjadi bagian dari dinamika bermusik," ujar Ikke di area Depok.
Meski mendukung eksplorasi musik, Ikke memberikan catatan krusial mengenai batas dalam berkarya. Ia menekankan bahwa materi lagu kudu tetap menjaga norma nan ada.
"Buat saya selama itu isi materinya tidak termasuk dalam erotisme dan sebagainya alias SARA, itu buat saya itu hal-hal nan wajar. Musik itu pasti berkembang sih," tuturnya.
Ikke menilai dangdut sebagai aliran nan kudu bisa beradaptasi dengan kondisi industri. Ia menyarankan agar musisi tetap menyediakan ragam bagi pendengar, mulai dari nan klasik hingga nan kekinian.
"Dangdut kudu menerima kondisi apa pun nan terjadi dalam industri gitu ya. Dan rasanya sih jika menjaga gimana dangdut itu ada, ya divariasikan saja. nan terbaru hadir, nan klasik tetap ada," tambah Ikke.
Namun, pesan utama nan dia garis bawahi adalah jangan sampai identitas original dangdut lenyap di tengah gempuran tren.
"Saya berambisi mereka juga tetap selalu selipkan ada sedikit unsur orisinal alias napas dangdutnya, sehingga kita tetap mau dia hiphop kek, mau dia apa, tapi napas dangdutnya itu tetap nempel," kata Ikke.
Ambil Contoh Pedangdut India
Ikke memberikan contoh industri musik di India, khususnya melalui penyanyi Arijit Singh, bisa mempertahankan identitas meski menggunakan aransemen pop modern.
"India itu dia mempertahankan dua perihal malah, ya dari bahasa sama cengkok. Arijit Singh itu mau nyanyinya dengan musik pop modern kontemporer alias apa pun, dia tetap bercengkok, dia tetap punya ruh orisinalitas India," ungkapnya.
Menurutnya, orisinalitas jadi kunci agar sebuah karya mempunyai identitas nan kuat, terutama saat dibawa ke kancah internasional. Ia mencontohkan Tenxii dan NDX A.K.A.
"Dengar sekali langsung dangdut nih, tapi enggak dangdut banget, tapi ruhnya ada gitu, terasa nuansa nan diciptakan," jelas Ikke.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·