Harga Minyak Mentah Melesat, Gangguan Pasokan Energi di Timur Tengah Penyebabnya

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Ilustrasi minyak mentah. Foto: Artem Oleshko/Shutterstock

Harga minyak mentah naik pada Kamis (16/4). Ada skeptisisme pembicaraan tenteram AS dan Iran bakal bisa menyelesaikan gangguan pasokan daya dari Timur Tengah.

Dikutip dari Reuters, perjanjian berjangka minyak mentah Brent naik USD 4,46, alias 4,7 persen menjadi USD 99,39 per barel. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate AS naik USD 3,40, alias 3,7 persen menjadi USD 94,69 per barel.

Perang AS-Israel dengan Iran merupakan gangguan terbesar terhadap pasokan minyak dan gas dunia lantaran gangguan lampau lintas melalui Selat Hormuz, nan biasanya membawa sekitar 20 persen aliran minyak dan gas alam cair dunia. Lalu lintas maritim nan tetap efektif ditutup berfaedah pengguna minyak di seluruh bumi mengurangi pasokan dan memperketat pasar.

Para negosiator AS dan Iran telah mengurangi angan mereka untuk kesepakatan perdamaian komprehensif dan malah mencari memorandum sementara untuk mencegah kembalinya konflik, dua sumber Iran mengatakan kepada Reuters pada Kamis.

Sebaliknya, Presiden AS Donald Trump mengatakan AS sangat dekat dengan kesepakatan dengan Iran, sebuah pernyataan nan telah dibuat sebelumnya. Patokan nilai minyak nyaris tidak bereaksi terhadap pernyataannya, pun terhadap pengumuman Trump tentang gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon, nan dimulai pada Kamis.

Gangguan pasokan tersebut membebani persediaan minyak global, khususnya untuk bahan bakar jet di beberapa bagian Asia dan Afrika. Analis dari ING memperkirakan bahwa sekitar 13 juta barel per hari aliran minyak telah terganggu oleh penutupan selat tersebut.

Menurut info pemerintah, persediaan minyak mentah AS turun sebesar 913.000 barel pekan lalu, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk peningkatan sebesar 154.000 barel. Persediaan bensin dan bahan bakar distilat AS juga turun pekan lampau lantaran negara-negara nan berupaya mengganti pasokan dari Timur Tengah mendorong ekspor AS lebih tinggi.

"Saat ini, belum ada peledak nan jatuh, tetapi jumlah kapal nan sukses melewati Selat tidak lebih baik daripada sebelum blokade AS, nan hanya menambah penarikan dunia pada stok nan akhirnya muncul di AS minggu ini," kata Scott Shelton, analis di TP ICAP.

video story embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan