Hadapi Musim Kemarau Panjang 2026, BMKG Dorong Penguatan Mitigasi Lintas Sektor

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Pada kesempatan nan sama, Plh Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Adenan Rasyid menegaskan, potensi tandus panjang tahun 2026 merupakan tantangan serius nan kudu direspons secara terintegrasi.

Menurut dia, akibat kekeringan bakal dirasakan langsung pada beragam sektor, mulai dari penurunan debit sungai dan volume waduk, gangguan pola tanam, hingga meningkatnya akibat kebakaran rimba dan lahan.

"Kita tidak bisa menghindari kemarau, tetapi kita bisa memastikan dampaknya tidak berkembang menjadi krisis. Kecepatan antisipasi dan koordinasi menjadi kunci nan kudu kita jaga bersama," ucap Adenan.

Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum mendorong sejumlah langkah konkret, salah satunya melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dengan BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan kementerian/lembaga terkait, guna memastikan kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi potensi akibat tandus panjang.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh oleh Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto serta beragam pemangku kepentingan, antara lain perwakilan Kementerian Koordinator, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Kementerian ESDM, serta unsur TNI-Polri dan pemerintah daerah.

Melalui forum ini, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan info suasana nan jeli dan berbasis sains guna mendukung pengambilan kebijakan nan tepat dan terukur.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita