Gubernur BI Ungkap Tiga Kunci Ketahanan Ekonomi RI di Tengah Dinamika Global

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan sambutan saat membuka aktivitas Talkshow Bank Indonesia Bersama Masyarakat (BIRAMA) 2025 di Jakarta, Senin (1/12/2025). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO

Bank Indonesia (BI) menyatakan tiga aspek utama nan menjadi penopang ketahanan ekonomi nasional, ialah kredibilitas kebijakan, keahlian beradaptasi terhadap dinamika global, serta penguatan kemitraan internasional.

Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pitono, mengatakan perihal itu disampaikan oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam US-ASEAN Business Council dan International Monetary Fund nan merupakan rangkaian IMF-World Bank Spring Meetings 2026 di Washington DC, Amerika Serikat (AS) pada Rabu (15/4).

Dalam pertemuan itu, Perry menuturkan ketiga aspek tersebut mencakup konsistensi dan sinergi antara kebijakan moneter, fiskal, serta stabilitas sistem finansial nan dijalankan secara kredibel.

“Kedua, keahlian untuk terus beradaptasi dan menyesuaikan kerangka kebijakan seiring perubahan dinamika global. Ketiga, penguatan kerja sama dan kemitraan internasional, termasuk dengan Amerika Serikat (AS) dan negara lainnya,” kata Anton melalui keterangannya pada Kamis (16/4).

Anton menambahkan, pertemuan ini menunjukkan pentingnya hubungan langsung antara kreator kebijakan dan sektor swasta, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

“Dalam kesempatan tersebut, Indonesia menegaskan keahlian ekonominya nan berkekuatan tahan di tengah beragam krisis, sekaligus memperkuat kepercayaan para pelaku upaya AS nan beraksi di Asia Tenggara,” lanjut Anton.

Perry Warjiyo berjumpa sejumlah penanammodal di New York dan Boston, serta menjadi pembicara dalam Harvard Kennedy School Policy Talk 2026 dan pertemuan dengan perwakilan Indonesia di PBB dalam rangkaian IMF Spring Meeting 2026 (14/4/2026). Foto: Dok. Bank Indonesia

Kemudian, Bank Indonesia juga menggelar pertemuan Gubernur BI dengan First Deputy Managing Director International Monetary Fund, Dan Katz, untuk membahas perkembangan geopolitik dan tingginya ketidakpastian global. Dalam obrolan tersebut, disampaikan akibat dunia tidak hanya berasal dari perubahan nilai minyak, tetapi juga dari potensi akibat rambatan melalui rantai pasok global.

“Oleh lantaran itu, kalibrasi kebijakan tidak hanya berfokus pada parameter nan sudah terlihat, tetapi juga pada keahlian untuk mengantisipasi akibat nan belum sepenuhnya teridentifikasi,” lanjut Anton.

Selaras dengan tiga aspek kunci tersebut, Bank Indonesia bakal terus memperkuat sinergi kebijakan internasional serta komunikasi dengan penanammodal dunia guna menjaga stabilitas eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika dunia nan semakin tidak pasti.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan