GKR Mangkubumi Bicara Peluang Rute Kereta Api sampai Bantul

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Putri Keraton Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi, di Stasiun Tugu Yogyakarta, Rabu (8/4/2026). Foto: Arfiansyah Panji/kumparan

Putri Keraton Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi, bicara soal kesempatan rute kereta api hingga Kabupaten Bantul. Ia mau agar rute kereta ke Bantul dikembalikan seperti dulu.

"Kita kembalikan jika bisa, ya keretanya sampai ke (Kabupaten) Bantul sana," kata Mangkubumi usai berjumpa dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic Jermey, di Stasiun Tugu Yogyakarta, Rabu (8/4).

Mangkubumi membeberkan, berasas info Daop 6 Yogyakarta, kereta api merupakan salah satu moda transportasi favorit di DIY. Untuk itu, perlu didukung dengan pengembangan akomodasi agar tidak terjadi kepadatan.

"Kalau menurut Pak Kadaop (Kepala Daop 6), nomor tiga (di Indonesia). Kita mau sama-sama lantaran penumpangnya banyak sekali," katanya.

"Penuh, padat, jadi gimana kita bersama-sama untuk pengembangan kereta api di (Stasiun) Tugu. Kita mau stasiun nan ada di Yogyakarta ini bisa lebih baik sesuai dengan angan Pak Kadaop," sambungnya.

Mangkubumi juga membuka kesempatan lahan-lahan milik Keraton bisa dimanfaatkan untuk pengembangan berikutnya.

"Oh iya, pasti," kata Mangkubumi.

Ornamen kubah dan pilar menghiasi pintu masuk Stasiun Tugu Yogyakarta di momen jelang Lebaran 2026. Dekorasi ini jadi daya tarik penumpang kereta api. Mereka menyempatkan diri berfoto-ria sebelum perjalanan, Rabu (18/3). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Soal kereta api hingga Bantul, Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan kesempatan itu ada, tetapi bukan reaktivasi rel.

"Bukan reaktivasi rel, ya, lantaran sudah tidak memungkinkan. Sebetulnya rencana jasa publik (ke Bantul) dengan kereta itu sudah lama, untuk utara, selatan, dan ke barat," kata Made.

Ada Kajian

Made mengungkapkan, sudah ada kajian beberapa tahun lampau dari Dirjen Perkeretaapian. Reaktivasi rel tidak lagi memungkinkan lantaran banyak rel sudah tertutup bangunan. Hal nan memungkinkan adalah moda kereta nan melangkah di jalan raya (aspal).

"Tapi tetap namanya kereta, seperti bus. Itu nan memungkinkan lantaran kita tidak kudu membangun rel baru alias mengaktifkan rel lama," katanya.

Kehadiran Dubes Inggris untuk RI ke Yogyakarta, menurut Made, berangkaian dengan transportasi berkelanjutan. Harapannya, ke depan perkotaan Yogyakarta dilayani transportasi publik nan lebih baik.

"Karena tahu sendiri macetnya seperti apa. Tapi tidak mudah juga, kita sudah berapa tahun obrolan masalah ini," katanya.

Persoalan saat ini, menurut Made, ada pada eksekusi nan merupakan bentuk nyata dari suatu perencanaan.

"Ini nan kita harapkan dari Inggris. Karena di sini juga pesannya adalah pengurangan polusi," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan