Gaikindo Harap Kapasitas Produksi 2 Juta Unit Bisa Terserap

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Seremoni pembukaan pameran Gaikindo Commercial Vehicle (GIICOMVEC) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Putu Juli Ardika mengapresiasi keahlian produksi kendaraan roda empat alias lebih nan disebutnya mengalami pertumbuhan positif.

"Di tengah tantangan nan dihadapi perekonomian Indonesia saat ini terus menunjukkan tren positif dan kelebihan membanggakan. Aktivitas di sektor kunci tetap terjaga dan tumbuh. Utamanya sektor industri," kata Putu di Kemayoran, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Putu menambahkan, industri otomotif nasional telah mengirimkan kendaraan dalam corak bentuk utuh alias completely built up (CBU) ke-93 negara tujuan. Selama 2025, aktivitas ini naik 9,75 persen dibanding 2024 dengan catatkan pengiriman 518.212 unit.

"Sektor kendaraan komersial sendiri menyumbangkan 20.326 unit dari total tersebut. Hal ini membuktikan bahwa kualitas produksi kendaraan komersial Indonesia telah diakui dan menjadi jagoan di pasar internasional," imbuhnya.

Toyota Hilux Rangga di pameran kendaraan komersial GIICOMVEC 2024. Foto: dok. Toyota Astra Motor

Imbas kenaikan ekspor tersebut, Putu bilang selaras dengan peningkatan produksi kendaraan buatan Indonesia. Saat ini, manufaktur otomotif sudah bisa memenuhi produksi pada nomor kisaran 1,2 juta unit pada 2025 kemarin.

"Optimistis penyerapan produksi bakal dapat memaksimalkan kapabilitas produksi industri nasional nan mencapai nomor di atas 2 juta unit per tahun. Penyelenggaraan GIICOMVEC 2026 menjadi kesempatan krusial dan strategis sebagai jembatan nan mempertemukan industri otomotif dalam negeri dengan para konsumen, pengguna, alias pembeli," tandas Putu.

Manufaktur nan berkedudukan paling besar kebanyakan tetap didominasi oleh pabrikan Jepang. Dipimpin Toyota sebanyak 175.446 unit alias kontribusinya mencakup 33,9 persen, kemudian Daihatsu dengan total 124.848 unit alias 24,1 persen, dan Mitsubishi Motors 105.079 unit (20,3 persen).

Pameran otomotif GIICOMVEC 2020 Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Kemudian unit nan dikirim ke luar negeri dalam corak terurai alias completely knocked down (CKD) jumlahnya mencapai 63.263 per unit namalain melonjak 36,6 persen dibanding sepanjang 2024 nan hasilkan 46.311 per unit.

Mitsubishi Motors jadi nan paling banyak dengan total 48.157 per unit alias kontribusinya mencapai 76,1 persen). Lalu ada Hyundai menyumbang 8.522 per unit, Suzuki 5.852 per unit, dan Wuling 732 per unit.

Figur pengkapalan komponen otomotif buatan dalam negeri mengalami penurunan dari nan 153.075.695 pangkas jadi 141.912.643 pangkas alias turun 7,3 persen. Sebagian besar komponen tersebut dipasok oleh Toyota (91,2 persen) sebanyak 127.952.081 potong.

Kemudian ada Honda nan menyumbang sebanyak 12.891.950 potong, lampau terdapat Hino dengan total 978.412 potong, Hyundai 68.408 potong, dan Suzuki jumlahnya 21.792 potong.

Ekspor mobil dan kendaraan CBU 2025

  1. Toyota 175.446 unit

  2. Daihatsu 124.848 unit

  3. Mitsubishi Motors 105.079 unit

  4. Hyundai 54.175 unit

  5. Suzuki 30.636 unit

  6. Honda 17.126 unit

  7. Isuzu 8.000 unit

  8. Wuling 1.679 unit

  9. Chery 745 unit

  10. Hino 434 unit

  11. DFSK 44 unit.

Ekspor mobil dan kendaraan CKD 2025

  1. Mitsubishi Motors 48.157 per unit

  2. Hyundai 8.522 per unit

  3. Suzuki 5.852 per unit

  4. Wuling 732 per unit.

Ekspor komponen kendaraan 2025

  1. Toyota 127.952.081 potong

  2. Honda 12.891.950 potong

  3. Hino 978.412 potong

  4. Hyundai 68.408 potong

  5. Suzuki 21.792 potong.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan