Setidaknya dua kapal terkena tembakan saat mencoba melewati Selat Hormuz, Sabtu (18/4). Informasi tersebut disampaikan sumber maritim dan perkapalan kepada instansi buletin Reuters.
Berdasarkan info pencari maritim, terdapat delapan kapal tanker nan tengah transit di perairan Selat Hormuz. Ini menjadi pergerakan terbesar kapal-kapal di area tersebut sejak perang di Iran pecah pada 28 Februari 2026.
Namun, setelah sempat dibuka selama beberapa jam, militer Iran pada Sabtu pagi waktu setempat kembali menutup Selat Hormuz. Selat itu merupakan jalur utama bagi sekitar seperlima perdagangan minyak global.
Iran menyebut penutupan Hormuz dilakukan lantaran Amerika Serikat (AS) tetap memblokade keluar-masuk kapal ke pelabuhan-pelabuhannya, demikian dikutip dari Reuters.
Secara terpisah, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menakut-nakuti bakal mengalahkan musuh-musuh negaranya dengan langkah nan sangat pahit.
Sebelum Selat Hormuz kembali ditutup, Presiden AS Donald Trump menyatakan negaranya berbareng Israel bakal segera mencapai akhir perang melawan Iran.
Hingga kini, AS belum memberikan komentar mengenai penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran.
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·