Jakarta -
Dua Kapal Tanker Pertamina, Gamsunoro dan Pertamina Pride, tetap tertahan di Teluk Arab. Kedua kapal ini belum dapat izin melintas Selat Hormuz dari ototritas.
Lalu, gimana nasib pasokan BBM maupun LPG?
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan suplai BBM maupun LPG tidak bakal terganggu meskipun dua kapal tanker tersebut belum bisa melewati Selat Hormuz.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terus kita lakukan komunikasi. Tapi kan kemudian jangan alias minta tidak dikaitkan bahwa akibat proses negosiasi nan belum kelak seolah-olah bakal mengganggu stok suplai. Kan tidak tidak seperti itu," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2026).
Dia melanjutkan dua kapal milik Pertamina nan tertahan belum bisa melintasi Selat Hormuz sejauh ini kapasitasnya hanya sekitar satu sampai dua hari persediaan daya saja tak terlalu besar. Sedangkan saat ini persediaan daya berada di atas 20 hari.
"Karena nan tertahan itu jika bicaranya tonase dia sekitar kurang lebih 1,8 juta barel lah. Jadi itu setara dengan mungkin persediaan kita satu sampai dua hari saja," ujar Prasetyo.
Pemerintah tak tinggal tak bersuara pemerintah pun tak tinggal tak bersuara mencari pasokan daya dari wilayah lain. Sumber-sumber lain pasti bakal dicari selain Timur Tengah.
"Artinya pemerintah juga tidak tinggal tak bersuara hanya kepada masalah tersebut kan. Sumber-sumber suplai dari tempat nan lain kudu kita secure," tegas Prasetyo.
(hal/hns)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·