Dirut KAI Investigasi Kabar Taksi Hijau Ganggu Sinyal Kereta Berujung Tabrakan

Sedang Trending 56 menit yang lalu
Menhub Dudy Purwagandhi, Dirut PT KAI Bobby Rasyidin, dan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam bertemu pers pembaruan penanganan kecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jabar, Selasa (28/4/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah mendalami kebenaran rumor nan menyebut bahwa armada taksi listrik Green SM nan tertabrak KRL memicu gangguan sistem persinyalan kereta lantaran adanya korsleting listrik sebelum KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) lalu.

Saat dikonfirmasi langsung mengenai dugaan eror sinyal nan berujung pada kecelakaan fatal tersebut, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin belum mau memberikan konklusi pasti.

​"Masih investigasi," ucap Bobby singkat saat melakukan uji coba KRL di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4).

Petugas memeriksa kondisi gerbong KRL Commuterline nan berbenturan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). Foto: Paramayuda/ANTARA FOTO

Bobby juga menegaskan bahwa seluruh proses pengusutan saat ini tetap berada di ranah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

​"Kita mendukung penuh investigasi nan sedang dan bakal dilakukan oleh KNKT. Dan tentunya kita juga bakal mematuhi dan mengikuti semua rekomendasi nan bakal dikeluarkan oleh KNKT. Untuk sementara itu nan bisa saya sampaikan," jelas Bobby saat konvensi pers di Stasiun Bekasi Timur pada hari nan sama.

Adapun tragedi itu tercatat telah merenggut nyawa 16 penumpang dan menyebabkan puluhan orang lainnya luka-luka.

Kondisi taksi online nan terlibat kecelakaan dengan KRL Commuterline di Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). Foto: Sena Pratama/kumparan

Tabrakan diawali dengan taksi Green SM nan awalnya tersangkut di rel perlintasan sebidang dekat stasiun. Taksi itu tertabrak oleh sebuah KRL nan menuju ke Jakarta.

Akibat kecelakaan pertama itu, KRL nan mau berangkat dari Stasiun Bekasi Timur mengarah ke Cikarang tertahan. KRL itu lampau ditabrak KA Argo Bromo nan melintas.

Perusahaan Green SM, menyampaikan belasungkawa kepada para korban kecelakaan kereta api ini.

"Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada family dan orang-orang terdekat dari para korban. Kami meletakkan perhatian atas kejadian ini dan berambisi seluruh pihak nan terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman," demikian unggahan IG @id.greensm, Selasa (28/4).

Green SM mengatakan, saat ini proses investigasi mengenai kecelakaan tersebut tetap berjalan. Belum ada konklusi nan diambil.

"Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas mengenai dengan menyampaikan info nan relevan serta mendukung jalannya investigasi," ujarnya.

Semua armada taksi Green SM menggunakan mobil listrik lansiran VinFast, tak terkecuali unit nan tertemper kereta di perlintasan sebidang dekat dengan Stasiun Bekasi Timur. Diakui pabrikan, saat ini tengah melakukan investigasi lebih lanjut.

"Proses investigasi terhadap unit terdampak saat ini tetap berlangsung. Sejauh ini kami belum mendapatkan laporan hasil investigasinya. Sehingga kami belum bisa memberikan komentar lebih jauh," urai singkat CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, kepada kumparan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan