Jakarta -
Indonesia sukses mengamankan pasokan minyak mentah alias crude oil dari Rusia. Kesepakatan ini didapat setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin pada Senin (13/4) kemarin.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan selain mendapatkan pasokan minyak mentah, Rusia juga berkomitmen untuk berinvestasi dalam proyek pembangunan prasarana daya di Indonesia.
"Kita bakal mendapat pasokan crude dari Rusia, dan juga dari pihak Rusia bakal siap membangun beberapa prasarana nan krusial dalam rangka meningkatkan persediaan dan ketahanan daya nasional kita," kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahlil mengatakan rencana investasi ini merupakan salah satu poin pembahasan dalam pertemuannya dengan Menteri ESDM Rusia dan utusan unik Putin, sebagai tindak lanjut atas pengarahan Prabowo.
Meski begitu, menurutnya rencana investasi ini tetap kudu dibicarakan lebih jauh dengan perwakilan Rusia. Sehingga dia juga belum bisa memastikan rincian investasi tersebut seperti besaran biaya nan bakal digelontorkan maupun letak akomodasi nan bakal dibangun.
"Itu salah satu poin nan kemarin kita bicarakan bahwa memang ada beberapa investasi mereka nan sudah siap untuk masuk. Tetapi finalisasinya tunggu ada satu dua putaran lagi dengan kami. Khusus untuk dengan kilang dan storage. Nanti kita bakal sampaikan," ucapnya.
Namun nan pasti, menurut Bahlil investasi Rusia pada sektor daya di Indonesia tidak bakal sebesar investasi nan Negeri Beruang Merah lakukan pada proyek Kilang Tuban, Jawa Timur.
"Kalau di Tuban itu kan banyak produk nan dihasilkan dan skalanya kan skala besar. Tapi jika nan ini mungkin dalam skala nan tidak sebesar di Tuban. Kasih saya waktu untuk selesaikan," kata Bahlil.
(fdl/fdl)
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·