Cerita Korban Selamat Kecelakaan KRL Bekasi Timur: Lompat dari Jendela

Sedang Trending 53 menit yang lalu
Proses pemindahan gerbong KRL wanita di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026) sore. Foto: Nauval Pratama/kumparan

Seorang korban selamat kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Umroh Suleha (50), mengaku tetap mengalami trauma setelah kejadian nan menewaskan belasan orang tersebut. Ia juga menceritakan detik-detik saat dirinya kudu melompat keluar dari gerbong untuk menyelamatkan diri.

Umroh mengatakan tumbukan keras terjadi di dalam gerbong hingga membikin penumpang terpental. Ia nan berada di gerbong 6 dari rangkaian 10 memandang langsung kepanikan di dalam kereta.

“Dari gerbong saya itu ada nan dari pintu itu mental, kenceng banget. Saya langsung astaghfirullahalazim, ada nan berdarah langsung,” ujarnya saat ditemui di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Kamis (30/4)

Dalam kondisi panik, dia memutuskan keluar dari gerbong dengan langkah melompat melalui jendela. Keputusan itu diambil lantaran tidak kuat memandang situasi di dalam kereta.

“Sakit. Karena kan posisi kaget juga, ya kan namanya umur seusia saya 50 tahun kan, ya kaget. Udah gitu loncat dari jendela gitu,” ungkapnya.

Usai kejadian, Umroh tidak langsung mendapat penanganan medis. Ia memilih pulang ke rumah di Cibitung menggunakan ojek online lantaran tubuhnya gemetar.

“Badan saya gemeteran, saya langsung pesan ojek online, saya pulang ke Cibitung,” ucapnya.

Keesokan harinya, dia merasakan nyeri di seluruh tubuh hingga akhirnya memeriksakan diri ke akomodasi kesehatan. Dari hasil pemeriksaan, dia menjalani rontgen untuk memastikan kondisinya.

“Bangun tidur tulang saya sakit banget, nggak bisa digerakin. Akhirnya saya ke dokter, dirontgen semua,” katanya.

Meski selamat, Umroh mengaku tetap diliputi trauma, terutama saat kembali berada di letak kejadian.

“Pas saya injak Bekasi Timur itu, hati saya langsung sedih. Masih nangis,” ujarnya.

Namun demikian, dia tetap berupaya kembali menggunakan kereta sebagai moda transportasi sehari-hari, sembari berupaya mengatasi rasa takut nan muncul.

“Ya dibilang trauma sih trauma, tapi itu kan jalanan saya, lewat situ,” katanya.

Ia pun mengaku sudah mencoba memberanikan diri dengan kembali naik kereta. Untuk mengatasi rasa takut, Umroh menyebut, dirinya mencoba menenangkan diri dengan langkah berzikir selama perjalanan.

“Ya pelan-pelan ya saya banyak-banyak dzikir aja, ‘ya Allah gua udah naik kereta lagi ini’ tapi alhamdulillah tadi keretanya nggak begitu kayak kemarin,” ujarnya.

Sebelumnya, kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Insiden tersebut menyebabkan 16 orang meninggal dunia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan