BPOM Pastikan Stok Obat dan Vaksin di Indonesia Aman di Tengah Gejolak Global

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Kepala BPOM Taruna Ikrar di Kantor BPOM, Jakarta Pusat, Selasa (29/7/2025). Foto: Haya Syahira/kumparan

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan kesiapan obat dan vaksin di Indonesia berada dalam kondisi nan kondusif dari potensi kelangkaan di tengah kondisi bentrok Timur Tengah.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mengakui bahwa ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku impor tetap sangat tinggi, sehingga kondisi dunia turut berakibat terhadap kesiapan dan harga.

“Yang berasosiasi dengan stok obat dan vaksin, ya kita kudu ketahui bahwa kebanyakan eh produk-produk kita sembilan puluh persen itu raw material-nya impor. Tentu berpengaruh, termasuk berpengaruh terhadap harga,” ujar Taruna di Kantor BPOM RI, Jakarta Pusat, Rabu (8/4).

Untuk mengantisipasi akibat tersebut, BPOM berencana segera mengumpulkan pelaku industri farmasi guna mencari solusi berbareng mengenai ketahanan pasokan dalam negeri.

Ilustrasi - Vaksin Campak. Foto: MargJohnsonVA/Shutterstock

“Nah, dalam konteks itu saya kira kami bakal kumpulkan campuran pengusaha Indonesia industri farmasi dalam waktu dekat untuk gimana mencari solusinya. Intinya seperti itu,” katanya.

Taruna juga menegaskan komitmen BPOM untuk menjaga kesiapan obat, khususnya obat-obatan esensial bagi masyarakat.

“Tapi nan paling krusial bagi kami Badan Pengawas Obat dan Makanan memastikan kesiapan khususnya obat-obat esensial itu kondusif bagi rakyat kita,” tegasnya.

Ilustrasi Vaksin. Foto: pedro7merino/Shutterstock

Terkait pemisah ketahanan stok saat ini, Taruna menyebut kesiapan obat dan vaksin nasional tetap mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.

“Eh untuk selama ini nan kita sudah dapat jumlahnya, ketersediaannya tetap enam bulan ke depan tetap aman. Iya, tapi kan kita mau jika bisa lebih dari itu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, langkah koordinasi dengan industri farmasi bakal segera dilakukan dalam waktu dekat guna memperkuat ketahanan stok nasional.

“Makanya dalam waktu dekat Pak Deputi ya kita bakal kumpulkan industri farmasi dan pengusaha campuran perusahaan farmasi untuk berkumpul secepatnya untuk kita cari solusi bersama-sama,” kata Taruna.

Konferensi Pers BPOM mengenai Izin Penggunaan Vaksin Campak Untuk Dewasa di Kantor BPOM, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Menurutnya, kesiapan obat dan vaksin merupakan perihal krusial nan tidak dapat ditunda, berbeda dengan komoditas lain.

“Karena sekali lagi kesiapan obat dan vaksin itu adalah perihal nan sangat penting. Kalau makanan tetap bisa ada konversi ke produk lain. Tapi jika vaksin dan obat apalagi esensial itu sangat berbahaya,” ucap dia.

Taruna berharap, situasi geopolitik dunia dapat segera membaik agar tidak semakin mengganggu pengedaran bahan baku, termasuk daya dan logistik.

“Mudah-mudahan geopolitik perang bisa sigap berhujung dan kita cukup eh ceria hari ini lantaran rupanya sudah ada kesepakatan ya dua arah antara Lebanon, Amerika dan Israel untuk gencatan senjata. Dan dibuka akses. Mudah-mudahan ini segera mengakhiri persoalan ketersediaan, termasuk kesiapan energi,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan