Jakarta -
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mewacanakan kenaikan iuran bagi penduduk negara asing (WNA). Hal itu dia ungkap menyusul temuannya saat berjamu di Bali beberapa waktu lalu.
Dalam kunjungannya, Prihati mengaku berjumpa dengan WNA usil nan membandingkan jasa akomodasi kesehatan (faskes) domestik dengan rumah sakit di negara asalnya. Padahal, WNA tersebut bayar iuran nan lebih ringan dibanding negara asalnya.
"Ketika saya kemarin ke sana, baru hari Minggu. Saya kunjungi itu satu rumah sakit, dia lagi ditensi. Ngerti aja jika kita lagi ada, langsung nanya, 'kenapa jasa di rumah sakit ini kok beda dengan rumah sakit di negara asalnya?' Itu usilnya sampai membandingkan. Bayangin, sudah membayarnya pas-pasan, membandingkan layanan," ungkapnya dalam rapat berbareng Komisi IX di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prihati mengatakan, para WNA senang dengan jasa BPJS Kesehatan lantaran mempunyai premi nan murah. Ke depan, dia mewacanakan untuk meningkatkan premi WNA menjadi kelas VIP lantaran keusilan membanding-bandingkan jasa kesehatan di Indonesia dengan negara asalnya.
"Untuk orang asing premi iurannya barangkali dipremiumkan, ya. Beda dengan kita. Dia nilainya seperti ini kok beda dengan, kok waktunya lama, segala macam. Ini sudah di, dan mereka seneng dengan BPJS, ini rame, murah. Tapi tetap ada komentar," jelasnya.
Prihati menegaskan, kenaikan premi ini tetap sebatas wacana. Namun dia berambisi Komisi IX dapat membentuk patokan tentang penyesuaian premi bagi WNA.
"Barangkali ini bisa menjadi masukkan dan bisa didengar langsung sehingga bisa kelak kita buat regulasinya," pungkasnya.
(acd/acd)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·